Protes Innocence of Muslims, 3 Tewas di Pakistan
Pemeran Film Kalah Gugatan
Sabtu, 22 September 2012 – 06:44 WIB

Foto: www.gillettenewsrecord.com
LOS ANGELES - Film Innocence of Muslims masih terus menuai protes di seluruh dunia. Kemarin (21/9) aksi unjuk rasa pecah di Pakistan, Bangladesh, Iraq, India, Malaysia, Sri Lanka, Tunisia, dan Uganda. Sementara itu, Pengadilan Los Angeles County menolak gugatan Cindy Lee Garcia terhadap YouTube agar mencabut cuplikan film tersebut.
Ribuan warga di empat kota terbesar Pakistan berdemonstrasi di kantor-kantor perwakilan Amerika Serikat, bioskop, dan bank setelah salat Jumat kemarin. Dua orang tewas dalam unjuk rasa di Kota Peshawar. "Mohammad Amir tewas setelah mobil kami tertembak," ujar Kashif Mahmood, reporter stasiun televisi ARY TV yang duduk di sebelah Amir saat dia tertembak. Seorang demonstran lain juga dilaporkan tewas.
Aksi protes di Peshawar itu juga mengakibatkan belasan warga terluka. Selain itu, demonstran membakar sebuah bioskop dan Kantor KADIN. Bersamaan dengan itu, unjuk rasa yang berakhir ricuh juga terjadi di Kota Islamabad, Kota Lahore, dan Kota Karachi. Dalam aksi protes yang menentang pemutaran film produksi Amerika Serikat (AS) tersebut, massa terlibat aksi lempar batu dengan aparat. Satu orang tewas di Karachi.
Demi mencegah meluasnya aksi kekerasan, pemerintah memutus sementara sambungan telepon dan mengacak sinyal komunikasi di 15 kota besar Pakistan. "Kami menempuh kebijakan tersebut untuk mencegah militan melakukan aksi peledakan bom," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri. Biasanya, militan Pakistan memanfaatkan telepon seluler untuk memicu ledakan.
LOS ANGELES - Film Innocence of Muslims masih terus menuai protes di seluruh dunia. Kemarin (21/9) aksi unjuk rasa pecah di Pakistan, Bangladesh,
BERITA TERKAIT
- Sukseskan Perdamaian, Malaysia Siap Tampung Warga Palestina
- Israel Kembali Serang Gaza, Palestina Desak DK PBB Bertindak
- Duterte Disebut Sebagai Sosok Tegas & Tidak Pandang Bulu dalam Memberantas Narkoba
- Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Lagi Dukungan Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina
- Kompak, Partai di Greenland Mengecam Pernyataan Donald Trump
- Waka MPR Hidayat Nur Wahid: Netanyahu Lebih Pantas Ditangkap ICC Dibandingkan Duterte