PDIP: LCGC = Lu Cair, Gua Cair

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai PDI Perjuangan (PDI-P), Hendrawan Supratikno mengatakan dunia otomotif di Indonesia dinominasi oleh merk Jepang antara Toyota, Daihatsu dan Isuzu. Untuk merasa produk otomotifnya Indonesia Banget menurut Hendrawan Supratikno, dipakai nama-nama hewan seperti Toyota Kijang, Daihatsu Zebra dan Isuzu Panther.
"Yang ingin saya katakan, pelaku industri otomotif Jepang melihat Indonesia ini hanya dari sisi hewan yakni kijang, zebra dan panther yang sebangsa dengan harimua. Dari semua produk otomotif Jepang itu, hanya angin ban saja yang asli Indonesia. Di luar itu, didatangkan dari Jepang," kata Hendrawan Supratikno, dalam Dialektika Demokrasi, bertema 'Pro Kontra Kebijakan Mobil Murah', di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis, (26/9).
Menurut politisi PDI-P itu, industri otomotif merupakan "mbahnya" dari seluruh industri di dunia sehingga ada ungkapan, menguasai industri otomotif berarti menguasai industri dunia.
"Prinsip inilah yang belum dipahami oleh pemerintah, di samping membangun industri otomotif itu memang sulit dan rumit. Pemerintah mau gampang saja lalu mengeluarkan kebijakan mobil murah dengan moto Low Cost Green Car (LCGC). Tapi saya menerjemahkannya Lu cair, gua cair," ujarnya.
Padahal, kebijakan LCGC itu kata Hendrawan, jelas-jelas meredupkan semangat anak bangsa ini untuk membangun industri otomotifnya sendiri. LCGC itu, akan semakin memperjauh cita-cita negeri ini untuk memiliki industri otomotif.
"Kebijakan mobil murah tidak sesuai dengan cita-cita kemandirian bangsa ini salah satunya di sektor industri otomotif," ujarnya. (fas/jpnn)
JAKARTA - Politisi Partai PDI Perjuangan (PDI-P), Hendrawan Supratikno mengatakan dunia otomotif di Indonesia dinominasi oleh merk Jepang antara
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump