1 Dekade Permintaan Maaf Nasional Pada Penyintas Generasi Yang Hilang

Richard Weston, CEO Healing Foundation -organisasi pendukung, mengatakan bahwa permintaan maaf nasional adalah sebuah pemulihan nama baik bagi ‘Generasi yang Hilang’.
"Dengan Perdana Menteri menyatakan permintaan maaf secara nasional, mengucapkan maaf di Parlemen Australia, dan permintaan maaf itu lalu disiarkan di seluruh Australia itu benar-benar signifikan dan itu adalah langkah ke arah yang benar."

Reuters: Mark Baker
Sejak permintaan maaf tersebut disampaikan, dana kompensasi telah dibayarkan kepada beberapa orang penyintas di New South Wales, Australia Barat dan Tasmania, dan tahun lalu, Pemerintah Australia Selatan membentuk anggaran dana untuk kompensasi ini sebesar $ 6 juta atau setara Rp 64 miliar.
Namun, Weston mengatakan bahwa ‘Generasi yang Hilang’ merasa frustrasi bahwa tidak pernah ada skema kompensasi nasional, dan para penyintas yang sudah berusia lanjut khawatir Pemerintah telah melupakan mereka.
"Kami membutuhkan kepemimpinan nasional untuk memastikan Anak-Anak yang Hilang di seluruh Australia memiliki akses ke skema yang setara," kata Weston.
"Kami telah melihat skema ganti rugi untuk korban pelecehan seksual anak-anak, namun sampai saat ini, pemerintah telah diam mengenai Generasi yang Hilang."
- Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik yang Reformis, Meninggal Dunia pada Usia 88 tahun
- Dunia Hari Ini: PM Australia Sebut Rencana Militer Rusia di Indonesia sebagai 'Propaganda'
- Sulitnya Beli Rumah Bagi Anak Muda Jadi Salah Satu Topik di Pemilu Australia
- Rusia Menanggapi Klaim Upayanya Mengakses Pangkalan Militer di Indonesia
- Dunia Hari Ini: Siap Hadapi Perang, Warga Eropa Diminta Sisihkan Bekal untuk 72 Jam
- Rusia Mengincar Pangkalan Udara di Indonesia, Begini Reaksi Australia