10 Hari Dicari, 8 Korban Speedboat Tenggelam Tidak Ditemukan, Basarnas Ambil Keputusan

jpnn.com, SERAM BAGIAN TIMUR - Pencarian seorang balita dan 7 korban speedboat tenggelam lainnya dihentikan.
Operasi SAR yang telah dilaksanakan selama 10 hari ini belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
"Hasil koordinasi dan evaluasi bersama, operasi SAR dihentikan dan diajukan untuk ditutup," kata Kepala Basarnas Ambon Mustari, Senin (4/4).
Diberitakan sebelumnya, speedboat yang ditumpangi 13 penumpang tenggelam antara perairan Pulau Baam dan Pulau Teor, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku pada Rabu (23/3) pukul 16.00 WITA.
Dari 13 penumpang tersebut, hanya 5 orang yang selamat.
Kelima korban selamat, yaitu Camat Teor Indah Adhayati Rumakway.
Kemudian dua pegawai Bappeda Seram Bagian Timur Gusti Pattikupang dan Uya Kilkoda, dan dua warga lainnya Idrus Retob dan Husein Keliobas.
Sementara, 8 korban yang tidak diketahui nasibnya hingga operasi SAR dihentikan, yaitu adalah Rinto, Ismail Hatala, dan Ibrahim Kilwouw (staf Inspektorat Seram Bagian Timur), Fajrin (staf Bappeda), seorang balita bernama Hairudin, serta Jafar Rumatiga, Saida Keliobas, dan Samsia Rumodar (warga).
Basarnas ambil keputusan setelah pencarian 8 korban speedboat tenggelam selama 10 hari tidak ditemukan.
- Kepala Basarnas Tinaju Arus Mudik Lebaran 2025 di Rest Area Km 57 Tol Cikampek Utama
- Longboat Membawa 5 Orang Tenggelam, 3 Penumpang dalam Pencarian
- Bocah Hilang di Dermaga Nelayan Babel Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- Perlindungan Saksi dan Korban Masih Lemah, Pemerintah Harus Perkuatkan LPSK
- 2 Balita yang Tenggelam di Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia
- ABK Kapal Jukung yang Tenggelam Akhirnya Ditemukan, Begini Kondisinya