10 Klub Mundur, Liga Super Eropa Belum tentu Bubar

Ke-12 klub kemudian bakal meminjam miliaran dolar AS dari bank yang memahami skema kompetisi model ini, selain memiliki reputasi dalam kompetisi olahraga dan “mengenal betul” para pencetus liga ini.
Pilihan lalu jatuh kepada JPMorgan Chase, bank terbesar Amerika Serikat yang biasa terlibat dalam liga-liga olahraga di AS dan mengelola asset 3 triliun dolar AS (Rp43.626 triliun) dengan bidang usaha merentang dari pendanaan ritel sampai investasi dan korporat.
Kapatalisme Pasar yang Curang
Ternyata, ada titik temu antara JPMorgan dengan sebagian dari para pemilik klub-klub itu, yakni Glazer si pemilik MU, Fenway Group sang pemilik Liverpool dan Keluarga Kroenka yang menguasai Arsenal adalah warga Amerika yang sudah pasti akrab dengan sepak terjang JPMorgan.
JP Morgan sendiri berkolaborasi dengan Key Capital yang salah satu investornya adalah pengusaha Spanyol bernama Borja Prado yang merupakan sahabat Florentino Perez.
JPMorgan dan Key Capital sepakat membenamkan dana maksimum 5 miliar dolar AS (Rp72 triliun) untuk mendanai Liga Super Eropa.
Dengan jumlah sebesar itu, pendanaan untuk liga ini menjadi kesepakatan pendanaan olahraga terbesar pada 2021 dan bakal menghadiahkan keuntungan luar biasa besar kepada JPMorgan yang akan menarik bunga antara 2 sampai 3 persen untuk 5 miliar dolar AS yang mereka benamkan itu.
Deloitte yang membuat laporan tahunan keuangan sepak bola menyebut kesepakatan itu menciptakan perubahan amat besar dalam dunia bisnis sepak bola.
12 klub sudah menyatakan mundur, namun rencana pelaksanaan Liga Super Eropa belum tentu bubar.
- Hasil Copa del Rey: Kalahkan Atletico, Barcelona Tantang Real Madrid di Final
- Barcelona dan Real Madrid Jadi Pengubur Mimpi Atletico Madrid
- Piala Raja, Real Madrid Melaju ke Final Setelah Menundukkan Sociedad
- El Clasico atau Derbi Madrid di Final Copa Del Rey?
- Ancelotti Sebut Mbappe Punya Kesempatan Menyamai Rekor Ronaldo di Real Madrid
- Hajar Osasuna, Barcelona Kukuh di Puncak Klasemen Liga Spanyol