10 Wilayah di Jakarta Berpotensi Mengalami Pergerakan Tanah, Jangan Panik

jpnn.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyebut ada 10 wilayah di Jakarta berpotensi mengalami pergerakan tanah.
Perinciannya, yakni delapan wilayah di Jakarta Selatan dan dua wilayah di Jakarta Timur.
Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan bahwa PVMBG merilis informasi potensi pergerakan tanah di Jakarta setiap bulan.
Potensi gerakan tanah diketahui dengan menganalisis data curah hujan yang dikeluarkan oleh BMKG, yang kemudian disadur oleh BPBD DKI Jakarta untuk diinformasikan ke masyarakat.
"Sepanjang tahun 2017 hingga 2021 terdapat total sebanyak 57 kejadian tanah longsor yang tersebar di berbagai lokasi di Jakarta," kata Isnawa seperti yang dikutip dalam laman resmi BPBD Provinsi Jakarta, Rabu (6/4).
Mayoritas kejadian tanah longsor terjadi karena adanya intensitas curah hujan yang begitu tinggi pada lokasi yang berada di sekitar kali atau sungai.
Paling banyak terjadi di wilayah Jakarta Selatan (34 kejadian) dan Jakarta Timur (21 kejadian).
Wilayah kelurahan yang paling banyak terjadi yakni di Srengseng Sawah (6 kejadian) dan Ciganjur (4 kejadian).
Data BPBD Provinsi DKI Jakarta menyebut ada 10 wilayah di Jakarta berpotensi mengalami pergerakan tanah. Namun, masyarakat jangan panik.
- Arus Balik Lebaran, ASDP Imbau Pemudik Beli Tiket Sebelum ke Pelabuhan
- PSI DKI Kritik Pramono, Jangan Undang Warga dari Luar Kota Setelah Lebaran
- Innalillahi, Satu Orang Tewas di Dalam Mobil Avanza yang Tertimbun Tanah Longsor
- BMKG Sebut Jakarta Diliputi Awan Tebal Hari Ini, Ada Hujan Juga
- Peringatan Dini BMKG, Waspada Gelombang Tinggi di Kepri
- Sejumlah Daerah Diguncang Gempa, Magnitudo 6.0 di Wanokaka NTT