1.387 Wanita di Sragen Pengin jadi Janda
Minggu, 27 Desember 2020 – 00:16 WIB

Ilustrasi janda muda. Foto: Ricardo/JPNN.com
Langkah itu dilakukan untuk memudahkan kaum perempuan dalam mengurus perceraian.
Harits mengatakan, sejauh ini pandemi Covid-19 sedikit banyak berpengaruh pada kasus perceraian.
Jika dilihat per bulannya, jumlah kasus cerai tahun ini paling banyak pada Juli. Dalam sebulan ada 248 gugatan cerai.
Bulan tersebut merupakan awal Covid-19 mewabah di berbagai wilayah Indonesia.
"Karena pandemi justru kasusnya meningkat, di daerah-daerah lain kan begitu juga," pungkas Harits. (din/ria)
Oh, kenapa ribuan wanita di Sragen pengin jadi janda? Apa yang kurang dari suaminya?
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan
BERITA TERKAIT
- Cerai dari Armor Toreador, Cut Intan Nabila Merasa Lega
- Dimas Akira Ungkap Penyebab Nyaris Bercerai dengan Sheila Marcia
- Nyaris Bercerai, Sheila Marcia dan Suami Kini Makin Lengket
- Kecek Mengamuk Bawa Samurai, Polisi dan Tentara di Sragen Terluka
- Gunung Kemukus Sragen Ternodai Prostitusi Terselubung
- Objek Wisata Gunung Kemukus Sragen Dijadikan Lokasi Prostitusi