14 Jenis Narkoba Baru Beredar di Jakarta-Jabar
Selasa, 25 Juni 2013 – 13:17 WIB

14 Jenis Narkoba Baru Beredar di Jakarta-Jabar
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengemukakan telah menemukan saat ini ada 14 jenis narkoba baru masuk ke Indonesia dari sekira 250 narkoba jenis baru yang beredar di dunia. Sebagian narkoba ini diracik di dalam negeri.
"Rata-rata narkoba baru ini merupakan hasil racikan ahli laboratorium di dalam maupun luar negeri, menggunakan bahan-bahan yang legal maupun sintetis yang efeknya sangat membahayakan kesehatan," kata Direktur Kerja Sama BNN Charles Victor Sitorus, saat ditemui di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (25/6).
Ia mengatakan 014 narkoba jenis baru tersebut belum tersebar luas di Indonesia. Hanya di daerah tertentu saja. "Sementara peredarannya masih seputaran Jakarta dan Jawa Barat. Efek narkoba ini juga seperti narkoba pada umumnya, yakni menimbulkan halusinasi," kata Charles yang tak menyebutkan nama 14 narkoba tersebut.
Lanjut Charles, saat ini pihaknya sementara memproses 14 narkoba tersebut untuk dimasukkan ke Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. "Jenis-jenis narkoba baru nantinya akan dimasukkan ke lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, yang tentunya masuk ke dalam hukuman yang sama," tutup Charles.
JAKARTA - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengemukakan telah menemukan saat ini ada 14 jenis narkoba baru masuk ke Indonesia dari sekira 250 narkoba
BERITA TERKAIT
- KPK Periksa Dirut PT Alfriz Auliatama Terkait Kasus Korupsi Pengadaan Rumah Jabatan DPR
- Wagub Taj Yasin Pengin Masyarakat Memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
- Ketua HIPMI Jaya Dorong Pemerintah Libatkan UMKM dalam Program Danantara dan RUU Minerba
- Dukung SDM Unggul, Hutama Karya Siapkan Program Pengembangan Talenta
- TB Hasanuddin Kecam Ulah Oknum TNI Serang Polres Tarakan
- Wamendagri Apresiasi Dukungan Megawati pada Retret Kepala Daerah