145 Kasus Kejahatan di Hari Natal

jpnn.com - JAKARTA - Operasi lilin dalam rangka pengamanan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 masih terus berjalan. Mabes Polri mengklaim secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kondusif. Kendati demikian, masih ada beberapa kejadian yang mengganggu kamtibmas sejak operasi lilin dimulai 23 Desember 2013 itu.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Agus Rianto menjelaskan bahwa pada hari Natal 25 Desember 2013, terjadi sebanyak 145 kasus kejahatan di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah ini menurun bila dibandingkan pada 24 Desember 2013 yang terdapat 189 kasus. "Terjadi penurunan 44 kasus," kata Agus di Mabes Polri, Rabu (26/12).
Pun demikian untuk lima kejahatan yang menjadi atensi Polri, seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, curas dengan senjata api, dan penganiayaan berat juga mengalami penurunan.
Menurut Agus, pada 25 Desember terjadi 43 kasus. Jumlah ini mengalami penurunan yang terjadi sehari sebelumnya sebanyak 61 kasus. "Terjadi penurunan sebanyak 18 kasus," kata Agus Rianto.
Adapun wilayah Polda yang tercatat paling tinggi tingkat kejahatannya pada 25 Desember kemarin yakni Polda Jateng 29 kasus, Sumatera Selatan 24 kasus, Jawa Timur 19 kasus, Sumatera Barat 18 kasus dan Sulawesi Tenggara. (boy/jpnn)
JAKARTA - Operasi lilin dalam rangka pengamanan Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 masih terus berjalan. Mabes Polri mengklaim secara umum situasi keamanan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- KPJ Healthcare Malaysia Tawarkan Wisata Medis Berkualitas Bagi Pasien Indonesia
- Jelang Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2, Honorer Satpol PP Ajukan 5 Tuntutan, Poin 4 & 5 Menohok
- Tanggapi Kisruh Grup Musik Sukatani, DPR: Kapolda Tidak Bisa Lepas Tanggung Jawab
- Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan TNI-Polri tetap Solid Pascainsiden di Mapolres Tarakan
- Wamen Viva Yoga Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi Membangun Kawasan Transmigrasi
- Komisi V DPR: Langkah Kemendes Pecat Pendamping Desa karena Maju Caleg Tidak Berdasar