2 Penyebab Utama Bisnis Food and Beverage di Mal Meningkat

jpnn.com, SURABAYA - Transaksi food and beverage (F&B) di mal di Jawa Timur meningkat pesat dalam satu dasawarsa terakhir.
Tren makan di luar rumah dan kenaikan upah minimum regional (UMR) juga menjadi dua penyebab utama.
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi menyebutkan, masyarakat kelas menengah ke bawah yang mendorong perubahan tersebut. ’
’Masyarakat kelas ini mengalami perubahan lifestyle,’’ ucap Sutandi, Senin (4/2). Menurut dia, masyarakat kelas tersebut tidak terpengaruh situasi ekonomi dan politik nasional.
’’Kalau dulu orang masih makan di rumah, sekarang at least saat weekend mereka pasti ke mal untuk makan,’’ kata Sutandi.
Selain menyumbangkan volume transaksi yang besar, F&B membuat mal kebanjiran tenant.
’’Sepuluh tahun lalu komposisi tenant F&B di mal hanya 5–10 persen. Saat ini bisa mencapai 30 persen,’’ tutur Sutandi.
Karena itu, dia optimistis pusat perbelanjaan masih akan tumbuh tahun ini. Tahun lalu pun kinerja bisnis pusat perbelanjaan positif.
Transaksi food and beverage (F&B) di mal di Jawa Timur meningkat pesat dalam satu dasawarsa terakhir.
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Harga Pangan Sejumlah Komoditas Stagnan Tinggi
- H+3 Arus Balik Lebaran, KAI Daop 4 Semarang Catat ada 94 Ribu Penumpang
- Analis Sebut Kans Ekonomi Indonesia Alami Perkembangan Progresif