20 Tahun Penyelamatan Pencari Suaka di KM Palapa, Mereka yang Terlibat Ungkap Apa yang Terjadi

"Apakah kami harus bertahan di kampung kami dan berharap bisa bertahan hidup? Mungkin Taliban akan menyelamatkan kami atau membunuh kami di bawah todongan senjata," katanya.
"Kami mempertaruhkan hidup untuk sampai ke sana (Jakarta). Kami telah menempuh perjalanan darat dan laut, melintasi pegunungan, dan sekarang tiba pada langkah terakhir. Apakah akan naik perahu yang mungkin mengantar kami ke keselamatan dan keamanan, dan mungkin juga tidak? Atau kami harus tinggal di sana karena takut tenggelam?" tutur Abbas.
Akhirnya, satu per satu pencari suaka itu pun mulai menaiki KM Palapa.
"Saat itulah perjalanan kami ke Australia benar-benar dimulai," kata Abbas.
"Perjalanan menemukan kehidupan baru".
Mesin KM Palapa mati setelah 24 jam
Dua puluh empat jam setelah KM Palapa meninggalkan Indonesia, mesinnya mati.
Tidak ada radio di perahu itu dan tidak ada daratan yang terlihat. Posisinya di tengah samudera.
"Kami seperti mainan terombang-ambing di samudera yang luas itu," kata Abbas Nazari.
Keberangkatan pencari suaka Afghanistan ke Australia dari Jakarta lewat laut mengejutkan dunia dua puluh tahun lalu
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi