20 Tahun Penyelamatan Pencari Suaka di KM Palapa, Mereka yang Terlibat Ungkap Apa yang Terjadi

Dia masih ingat badai topan menerjang dan air laut mulai merembes ke dalam perahu.
"Semua orang mengalami mabuk laut. Ada yang muntah. Kotoran berserakan dimana-mana. Saat itulah semua orang berpikir, inilah waktunya," katanya.
"Ayah terus memegang saya. Dia melingkarkan ikat pinggangnya di salah satu balok, dan saya ingat orang-orang tua memegang anak-anak mereka sembari terus berdoa," tutur Abbas.
Ada satu pesawat penjaga pantai Australia sempat terlihat tetapi kemudian menghilang.
Namun, pada putaran kedua, pesawat itu melihat tanda SOS yang dibuat oleh para pencari suaka dari kerudung perempuan dan oli mesin untuk menulis minta bantuan.
Ketika permintaan SOS dikeluarkan oleh penjaga pantai, MV Tampa hanya berjarak empat jam dari lokasi.
Abbas masih ingat betul kedatangan Christian Maltau.
"Sebuah tangga diturunkan dan yang pertama turun adalah Christian Maltau. Dia bilang, 'Oke teman-teman, ayo naik satu persatu'," kenang Abbas.
Keberangkatan pencari suaka Afghanistan ke Australia dari Jakarta lewat laut mengejutkan dunia dua puluh tahun lalu
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana