21 Jam 55 Menit Lagi Genap 105 Tahun
Senin, 10 Desember 2012 – 14:23 WIB

21 Jam 55 Menit Lagi Genap 105 Tahun
Dia lebih suka desain yang sensual, lekukan, bebas, yang terinspirasi dari ombak, sungai, pantai, bukit-bukit, dan keindahan siluet perempuan yang indah. Saya yang hari ini masih di Brasilia, sempat melihat-lihat karya-karyanya yang sangat berani. Tidak kaku, tidak banyak garis lurus dan kesan keras. Semua selalu ada lekukan seksi. Bahkan, mendesain katedral pun, yang bagi umat Katholik (74 persen orang Brazil pemeluk Katholik Roma, 15,4 persen Protestan, red) sangat sakral dan standar, dia buat sangat beda di Brasilia. Detail bangunan itu, silakan di eksplorasi di internet.
Termasuk gedung National Congress of Brazil yang memiliki dua aksesoris, mangkuk terbuka dan tertutup itu, lalu Cultural Complex of the Republic yang bangunannya seperti piramida ujungnya dipangkas. Juga Palacio da Alvorada, Palacio do Planalto, dan Supreme Federal Court, yang semuanya sudah terbangun sejak tahun 1960. Saat itulah ibu kota negara dipindah dari Rio ke Brasilia.
Saya sempat ke istana kepresidenan, Palacio da Alvorada, yang dirancang oleh Oscar Niemeyer itu. Kesan saya, ramah lingkungan, ramah sosial, dan ramah dalam arti yang sesungguhnya. Istana itu tidak ada pilar-pilar bulat besar-besar, yang menandakan wibawa siapa penghuninya, seperti hampir semua istana di Eropa! ---Istana Presiden RI di Jakarta, masih ada pilar-pilar besar, karena peninggalan Belanda---. Desain Oscar betul-betul seperti rumahan biasa. Berlantai satu, tidak tingkat, dikelilingi danau buatan berpuluh-puluh hektare, karena Brasilia tidak punya pantai, sehingga di sisi lain dari danau itu dibuka untuk publik, sebagai tempat favorit berlibur dan berolahraga.
Di belakang istana itu, masih hutan belukar, hutan tropis yang lapang. Sejauh mata memandang, hutan itu seperti tak berujung. Daya jangkau mata kita kalah dengan panjang, kalah luas dari hutan heterogen khas daerah tropis. Setiap hari, istana itu dikunjungi ribuan anak sekolah, turis, yang ingin menyaksikan tempat tinggal orang nomor satu di negeri berpenduduk 200 juta jiwa itu.
BAGI warga kota wisata dan kota budaya, Rio de Janeiro, Brazil, nama Oscar Ribeiro de Almeida Niemeyer Soares Filho sangat popular. Dia sudah dianggap
BERITA TERKAIT
- Batal Didatangi Massa Buruh, Balai Kota DKI Lengang
- Jangan Menunggu Bulan Purnama Menyapa Gulita Malam
- Dua Kali Getarkan Gedung, Bilateral Meeting Jalan Terus
- Agar Abadi, Tetaplah Menjadi Bintang di Langit
- Boris Yeltsin Disimbolkan Bendera, Kruschev Seni Kubisme
- Eskalator Terdalam 80 Meter, Mengusap Mulut Patung Anjing