3 Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil

Di sisi lain, dr. Dejandra menambahkan masih tinggi juga ibu hamil yang mengalami infeksi, seperti malaria dan cacingan. Ini dapat menyerang kapan saja.
Beberapa gejala anemia pada ibu hamil adalah kulit pucat, sering mengeluh pusing dan sakit kepala, hilangnya nafsu makan, tangan dan kaki terasa dingin, mata berkunang-kunang, dan mengalami sesak napas.
Bila tidak ditangani, beragam komplikasi pada ibu dan bayi bisa terjadi. Mulai dari risiko keguguran, melahirkan secara prematur, sampai bayi lahir dengan berat yang rendah. Bayi yang lahir prematur dan memiliki berat badan lahir rendah tentu meningkatkan risiko kematian bayi.
Tidak hanya itu, anemia juga meningkatkan risiko kematian pada ibu. Hal ini disebabkan oleh adanya pendarahan dari jalan lahir setelah usia kehamilan lebih dari 29 minggu, dan pendarahan yang terjadi setelah kelahiran.
“Pendarahan ini terjadi karena ibu mudah mengalami kelelahan otot saat proses bersalin atau tidak adanya kontraksi otot rahim. Pendarahan yang berlanjut dapat mengarah ke kondisi syok yang sangat mengancam jiwa,” kata dr. Dejandra.
Cara atasi anemia pada ibu hamil
Itu sebabnya, penting untuk ibu hamil untuk mengatasi gejala anemia yang dialami. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:
1. Konsumsi asupan tinggi zat besi
Sama seperti pengidap anemia pada umumnya, ibu hamil juga wajib mengonsumsi makanan tinggi zat besi.
Saat hamil, Anda berisiko tinggi mengalami anemia. Maksudnya, tidak memiliki sel darah merah dalam jumlah yang cukup untuk mengantarkan oksigen ke jaringan tubuh.
- BPJS Kesehatan Jamin Layanan Kesehatan Komprehensif Bagi Ibu Hamil
- Legislator Ini Berkomitmen Berbagi Kebahagiaan Kepada Ibu Hamil dan Anak yang Sakit
- Si Melon PIK2 Bantu Warga Teluknaga Melawan Stunting
- 3 Manfaat Terong Belanda, Baik Dikonsumsi Ibu Hamil
- 6 Manfaat Kangkung, Ampuh Melawan Kerusakan Hati
- 5 Bahaya Minum Teh Berlebihan, Bisa Meningkatkan Risiko Serangan Anemia