3 Gempa Waktu Berdekatan, 10 Kabupaten Terguncang

Akibat yang ditimbulkan keduanya tidak signifikan. “Dua gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” kata Hary pada Jawa Pos kemarin (16/12).
Sementara itu, beberapa jam setelah gempa pertama Jumat malam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan setidaknya 19 kali gempa susulan sepanjang sabtu dinihari hingga pagi. Gempa susulan rata-rata memiliki kekuatan dibawah 5 SR.
“Gempa susulan ini proses yang alami karena dua lempeng menyesuaikan posisi masing-masing,” kata kepala Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
Sutopo menjelaskan, gempa yang terjadi Jumat malam merupakan hasil pergerakan subduksi. Lempeng Indo Australia yang berada di selatan Jawa bergerak mendesak ke bawah Lempeng Eurasia.
Kedua lempeng memang dikenal sangat aktif dengan pergerakan 7-8 sentimeter per tahun. “Maka dari itu seluruh wilayah sumatera, jawa, hingga nusa tenggara memang rawan gempa,” katanya.
Sutopo menuturkan, pukul 23.47 malam BMKG melaporkan gempa dengan kekuatan 7,3 SR dengan kedalaman 105 km yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,9 SR.
Guncangan terbagi dalam 3 zona, zona terdekat dengan skala getaran 6 MMI (Modified Mercalli Intensity) dengan guncangan terkuat terasa di sebagian kabupatenTasikmalaya, Pangandaran, dan Kabupaten Banjar.
Zona kedua dengan skala 5 MMI mengguncang sebagian Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Banjar, Singaparna, Cilacap, Banyumas, Cimahi, Bandung, Tegal, Cirebon, serta Indramayu.
Gempa bumi mengguncang wilayah selatan Jawa pada Jumat (15/12) malam. Gempa juga terjadi Sabtu (16/12) pagi.
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Menlu Sugiono Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa Myanmar
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Ratusan Warga Muslim Tewas akibat Gempa Bumi di Myanmar
- Gempa Bumi Kembali Terjadi di Myanmar Hari Ini