3 Kebijakan Mas Nadiem Ini Dapat Kritikan Tajam Rektor UMJ, Ngeri-Ngeri Sedap

Oleh karena itu pemerintah jangan mengubah PTS menjadi PTN. Biarkan PTS berkembang dan negara cukup menopang dengan pendanaan.
Itu kata Murod lebih murah dibanding membuat PTN sendiri. Begitu juga dengan jenjang dasar hingga menengah.
Murod juga menilai kebijakan MBKM ini tidak mampu meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) dan literasi mahasiswa. Mahasiswa tidak lagi kritis, padahal kampus itu tempat melahirkan calon-calon pemimpin bangsa.
"Jadi, nilai-nilai kepemimpinan bisa datang dari dunia kampus, bukan dari pergojekan," tegasnya.
Dia yakin MBKM ini akan direvisi oleh pemerintah baru, apalagi ending dari kebijakan tersebut tidak jelas.
2. Pembatasan mengangkat dosen tidak tetap
Kebijakan ini dinilai Murod sangat merugikan PTS. UMJ misalnya, sering menghadirkan dosen tidak tetap, seperti Yusril Ihza Mahendra, Jimly Asshiddiqie, dan tokoh besar lainnya.
"Dosen tidak tetap itu penting untuk sharing dengan mahasiswa, tetapi kebijakan sekarang malah tidak dibolehkan," sesalnya.
3 kebijakan Mendikbudristek Mas Nadiem Makarim dapat kritikan Rektor UMJ, ngeri-ngeri Sedap
- Sejumlah Guru Besar PTN-PTS Dukung Langkah Gus Jazil Dirikan Universitas Sunan Gresik
- Puluhan Aktivis BEM Fakultas Pertanian Kumpul di Kementan, Bicara Swasembada Pangan
- UNSRI dan Ganesha Operation Berbagi Trik Lulus Seleksi Masuk PTN
- Presidium HIMPUNI 2025-2028: Kolaborasi Alumni PTN untuk Indonesia Emas 2045
- UMJ Kukuhkan Empat Guru Besar, Ada Pesan Khusus Rektor Ma’mun Murod
- Lulus Sidang Promosi, Endang Tirtana Jadi Doktor Administrasi Publik Pertama di UMJ