3 Pasangan Pelajar Mengaku Belajar Kelompok, Kok Sampai Larut Malam dan Cuma Pakai Handuk?

Dia menuturkan, modus mereka mengaku kepada orang tua belajar kelompok menyelesaikan tugas sekolah, tentu orang tua memberi izin.
Untuk itu, terhadap orang tua, agar lebih berhati-hati, teliti dan tetap memantau alasan anak-anak. Apalagi dengan kondisi dan situasi pandemi Covid-19 ini.
“Dengan kejadian itu, saya berkeinginan untuk berkoordinasi dengan seluruh aparatur Desa Tuapejat untuk membentuk Pelindung Masyarakat (Linmas) di masa pandemi Covid-19 ini, terlebih saat ini sekolah melakukan pelajaran daring,” pungkasnya.
Ketua Pemuda Desa Tuapejat, Adrian menambahkan, kejadian ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menjaga generasi penerus bangsa agar lebih baik ke depan.
“Kami ini bukan memojokan mereka, tetapi tujuan kami adalah agar menjadi pelajaran bagi pelajar lain supaya tidak berbuat seperti ini dan ada efek jera buat mereka, bahwa ini perbuatan yang sudah tidak sepantasnya diperbuat anak-anak pelajar ini. Alasan belajar online menjadi kesempatan termudah bagi mereka mengelabui orang tua,” ungkapnya. (s/posmetropadang)
3 Pasangan pelajar yang terdiri dari anak SMP dan SMA itu mengaku meminta izin kepada orang tua mereka untuk belajar kelompok.
Redaktur & Reporter : Adek
- Gelombang Kedua Pulang Basamo Diberangkatkan, 7.500 Pemudik Gratis Menuju Sumbar
- Marak Tawuran di Padang, Rahmat Saleh Ingatkan Pemerintah Baru Sumbar
- Tim Bareskrim Bergerak ke Pasaman Barat Sumbar, Hasilnya Luar Biasa
- Percepatan PTSL di Sumbar, Rahmat Saleh: Gunakan Pendekatan yang Berdampak Positif
- Truk Terjun ke Jurang Sedalam 30 Meter di Rimbo Malampah, Begini Kondisi Sopir
- Jubir Kementrans: Calon Transmigran Gunungkidul Sudah Diberangkatkan ke Sumbar