3 Pembalap Nasional Jajal Sirkuit Mandalika, Ini Rekomendasi Mereka

Adapun persyaratan yang susah menurutnya, yaitu perubahan tikungan yang takutnya nanti akan mengubah penilaian dari FIM yang sebelumnya sudah kontrak terlebih dahulu.
"Contohnya gini. Di Mandalika ini semua tikungan lebar-lebar ya. FIA ingin tikungan itu disempitin," ungkapnya.
Mengatasi hal tersebut, pihaknya telah menawarkan untuk membuat semacam polisi tidur untuk menghalau laju mobil yang hendak menikung yang sekiranya dapat membuat balapan tidak fair.
"Memasang track limite kayak memasang semacam polisi tidur di beberapa tikungan. Kalau buat FIA ini gak apa-apa memasang polisi tidur," kata Priandhi.
Kendati demikian, dirinya belum bisa memastikan kapan balapan mobil akan bisa digelar.
Mengingat proses dua Federasi FIA dan FIM harus dikoordinasikan bersama, tanpa harus menghalangi proses homologasi yang baik dari FIM.
"Karena kami nggak mau apa yang diterapkan oleh FIA ini merubah FIM status Mandalika untuk MotoGP dan WSBK, karena sudah kontrak panjang," pungkasnya. (mcr38/jpnn)
Tiga pembalap tersebut, yakni Renaldi Hutasoit, Fitra Eri, dan Rizal Sungkar, menjajal sirkuit Mandalika pada Senin (22/5) kemarin.
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Edi Suryansyah
- Maaf Udang
- Rifat Sungkar Sebut Mitsubishi Xpander Cocok Buat Perjalanan Jauh, Ini Alasannya
- Mudik dengan Kendaraan Pribadi, Rifat Mengingatkan Soal Pre-trip Inspection
- GT World Challenge Asia 2025 Bakal Memperkuat Branding Indonesia di Mata Dunia
- GT Radial Jadi Official Tire di Subaru BRZ Super Series 2025
- Berikan Wadah Bagi Pembalap Simulator di Indonesia, Radical Academy Kembali Digelar