3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin, Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh

“Itu skenario buruknya. Skenario terbaiknya kita masih bisa tumbuh di atas 5 persen,” kata Piter dalam keterangannya, Jumat (21/10/2022).
Ekonomi Indonesia tetap tangguh dibanding negara lain. Seperti yang dikutip dari keterangan dari Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva yang mengatakan bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.
Menurut Piter, apa yang disampaikan pemerintah dan juga International Monetary Fund (IMF) bahwa perekonomian Indonesia akan menjadi salah satu yang mampu tumbuh positif bukan sebuah bualan.
“Pemerintah memang harus memberikan warning tetapi pemerintah juga harus selalu optimis secara terukur,” ujar Piter.
Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) RI Moeldoko menjelaskan pemerintah berhasil menjaga distribusi, ketersediaan, keterjangkauan pangan, dan daya beli masyarakat sehingga ekonomi terus tumbuh dan inflasi terkendali. Di mana pada kuartal dua ekonomi tumbuh 5,44 persen (year on year), dengan inflasi inti sebesar 3,04 persen (year on year).
Moeldoko menjelaskan Presiden Jokowi memberikan dukungan besar terhadap pelaku UMKM untuk memperkuat fondasi perekonomian.
Dukungan itu berupa akses terhadap pembiayaan, peningkatan pangsa kredit, peningkatan plafon KUR, dan transformasi digital.
"Dari target tiga puluh juta pada dua ribu dua puluh empat, saat ini sudah sembilan belas juta lebih UMKM yang sudah terdigitalisasi," ujar Moeldoko.
Presiden Jokowi sukses melewati badai cobaan mulai dari kesehatan hingga ekonomi Indonesia terus mengalami tren positif di tengah negara lain mengalami krisis.
- Pengamat Respons soal Pemprov Jakarta Buka 4 Rute Baru Transjabodetabek
- Aset BUMN Tak Cukup Tutupi Utang, Pengamat: Ini Tanda Bahaya Serius
- Pengamat: Pemberantasan Korupsi Indonesia Tak Lebih dari Sandiwara
- Pengamat Sebut Peluncuran Danantara jadi Tonggak Baru Ekonomi Indonesia
- Prabowo: Danantara Akan jadi Salah Satu Pengelola Dana Kekayaan Negara Terbesar di Dunia
- Pengamat: Efisiensi Anggaran Upaya Prabowo Mencegah Mark-up Uang Negara, Harus Didukung