30 Daerah Dinilai Inovatif
Selasa, 21 September 2010 – 17:30 WIB

30 Daerah Dinilai Inovatif
JAKARTA -- Sebanyak 30 daerah masuk dalam nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2010 yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri). Ke-30 daertah itu adalah Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Batam, Kabupaten bangka, Kabupaten Lebak, Kabupaten Garut, Kota Sukabumi, dan Kabupaten Tasikmalaya. "Pemberian penghargaan ini merupakan salah satu kegiatan kementrian dalam negeri yang telah dilakukan sejak 2007 sebagai bentuk pelaksanaan pembinaan terhadap pemerintah kabupaten/kota di sleuruh Indonesia," ujar Mendagri Gamawan Fauzi dalam kata sambutannya yang dibacakan Sekjen Kemdagri Diah Anggraeni pada seminar sosialisasi Innovate Goverment Award (IGA) 2010 di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (21/10)..
Selain itu Kota Pekalongan, Sragen, Surakarta, Kebumen, Purbalingga, Kota Malang, Jember, Ponorogo, Tulungagung, Kota Pontianak, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Palangkaraya.
Baca Juga:
Daerah lain yang masuk nominator adalah Kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Gowa, dan Kota Baubau. Sisanya adalah Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Boalemo, Kota Ambon, dan Kabupaten Raja Ampat.
Baca Juga:
JAKARTA -- Sebanyak 30 daerah masuk dalam nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2010 yang digagas Kementerian Dalam Negeri
BERITA TERKAIT
- Pelajar Indonesia Raih Prestasi Gemilang dalam Ujian Cambridge International
- Berkontribusi Menekan Prevalensi Penyakit Kronis, Prodia Gelar Seminar Dokter Nasional
- Oneject Indonesia Luncurkan Mesin Hemodialisa & Kantong Cuci Darah, Menkes Bilang Begini
- Pemkot Sukabumi Tak Izinkan Kegiatan Pasar Kaget Selama Ramadan
- Setelah Ikut Retret, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Siap Sinergikan Program Pusat dan Daerah
- Keluarga Almarhumah Kesya Lestaluhu dan Kepala Suku Biak Mengadu ke Komnas Perempuan