30 Ribu Lansia Jepang Meninggal dalam Kesendirian

jpnn.com, TOKYO - Jumlah lansia Jepang yang meninggal dalam kesendirian sangat banyak. Mereka biasanya baru ditemukan beberapa hari atau beberapa bulan kemudian. A lonely death.
Sebenarnya tidak hanya di Jepang. Di banyak negara, kasus serupa sering terjadi. Tapi, angkanya tinggi di Jepang. Mengutip hasil survei NLI Research Intitute, Washington Post melaporkan bahwa per tahunnya ada sekitar 30 ribu orang yang meninggal dalam kesendirian di Jepang. Mereka mayoritas adalah warga lanjut usia.
Persentase angka lansia di Jepang memang tertinggi di dunia. Angka harapan hidup di negara itu juga tinggi. Yakni, 85 tahun. Negara tersebut bahkan memiliki 69.785 centenarian atau kelompok masyarakat yang usianya 100 tahun atau lebih.
Sebagian besar lansia di Jepang tinggal sendirian. Demikian pula saat mereka menemui ajal. Jangankan menemani, keluarga dan kerabat mungkin juga tidak pernah tahu bahwa si lansia sudah meninggal dunia.
Hiroaki, misalnya. Pria itu meninggal di apartemen yang dia sewa di kawasan Kawasaki, Prefektur Kanagawa. Dia diperkirakan meninggal selama 4 bulan saat jasadnya ditemukan pada akhir Januari lalu. "Ini ada di angka 4 di antara 10," ujar Fujita memperkirakan tingkat keparahan kondisi ruangan dan jenazah.
Jenazah orang-orang yang meninggal sendirian itu lama ditemukan karena mereka jauh dari saudara ataupun anak-anaknya. Pun, tak ada tamu yang berkunjung. (sha/c25/hep)
Sebagian besar lansia jepang tinggal sendirian. Negeri Sakura itu punya banyak sekali lansia
Redaktur & Reporter : Adil
- Banjir Melanda Berau Kaltim, 2 Lansia Meninggal Dunia
- Rano Sebut Bansos untuk Lansia-Disabilitas agar Tak Pinjam ke Bank Keliling
- Tebar Kebaikan di Ramadan, Bank Mandiri Santuni Anak Yatim dan 668 Yayasan
- Berbagi Kebaikan Ramadan, Bank Mandiri Santuni 57.600 Santunan Anak Yatim dan Lansia
- Bank Mandiri Group Santuni 3.050 Penerima dan 45 Yayasan di Sumatera Bagian Selatan
- MS Glow Aesthetic Clinic Santuni Ribuan Anak Yatim dan Lansia di 7 Kota