375 Perusahaan di Batam Hasilkan Limbah Beracun
Jumat, 18 Maret 2011 – 03:53 WIB
BATAM - Beberapa lahan kosong di Batam kini dijadikan sebagai tempat pembuangan dan penimbunan limbah perusahaan secara ilegal. Di lansir Batam Pos (JPNN Group), Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam menyatakan tengah menjalin kerja sama dengan Polda Kepri untuk menangkap para pelaku pembuang limbah ilegal.
"Ada laporan, kami akan cek ke lapangan, bila terbukti, tahun ini kami akan lebih keras lagi. Kalau ada perusahaan main-main dengan limbah, urusannya polisi dan akan kita tindak secara pidana. Tidak ada toleransi lagi," ujar Kepala Bapedal Dendy N Purnomo, Kamis (17/3), usai rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Batam.
Dia mengatakan, kinerja pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) berdasarkan data sejak 2006 sampai 2010, dari 776 industri di Batam, ada 375 yang perusahaannya berpotensi menghasilkan limbah B3. Sementara yang sudah mengelola limbah B3 berdasarkan manifest limbah sebanyak 362 perusahaan.
"Sisanya yakni 13 perusahaan belum mengelola limbah B3 mereka dengan baik. Kami sedang berkoordinasi dengan kepolisian dalam menindak perusahaan yang membuang limbah di sembarang tempat melalui importasi limbah, dan penguburan sehingga merusak sumber daya alam," ujar Dendy.
BATAM - Beberapa lahan kosong di Batam kini dijadikan sebagai tempat pembuangan dan penimbunan limbah perusahaan secara ilegal. Di lansir Batam Pos
BERITA TERKAIT
- Kebakaran Menghanguskan Bangunan Pembuatan Bingkai di Kramat Jati
- Mulai 2025 & Seterusnya, Pemkot Pekalongan tak Merekrut Honorer Baru Lagi
- 34 Calon Jemaah Haji Kotawaringin Mengundurkan Diri, Alasannya Berbeda-beda
- Terlibat Narkoba-Penipuan, 2 Anggota Polres Bogor Dipecat
- Banjir di Morowali Utara, Seorang Warga Meninggal Dunia, 3 Orang Luka Ringan
- Keluhan Warga Ciwaringin Bogor: 18 Tahun Hadapi Sampah-Bau Busuk Pasar Tumpah