395 Korban Kerusuhan Lamsel dapat Bantuan Perumahan
Kamis, 15 November 2012 – 14:26 WIB

395 Korban Kerusuhan Lamsel dapat Bantuan Perumahan
LAMPUNG - Sebanyak 395 warga korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung mendapatkan bantuan stimulan perumahan swadaya. Bantuan diberikan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) kepada masing-masing korban sebesar Rp 11 juta per unit rumah. "Jumlah buku tabungan untuk program bantuan stimulan perumahan yang telah dicetak BRI sebanyak 186 warga yang berisi tabungan Rp11 juta. Sisanya menunggu KTP warga yang sebagian besar terbakar saat konflik terjadi. Kami targetkan hari Senin besok sudah selesai semua," katanya.
"Kemenpera telah membuat Surat Keputusan (SK) terkait penerima bantuan perumahan tersebut. Jumlah bantuan yang diberikan di Desa Balinuraga sebanyak 299 unit dan di Desa Sidereno 96 unit," ungkap Deputi Menteri Bidang Perumahan Swadaya Jamil Ansari dalam siaran pers yang diterima JPNN, Kamis (15/11).
Baca Juga:
Bantuan perumahan tersebut, imbuhnya, akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan disalurkan melalui Bank BRI dengan pembuatan 186 buku tabungan untuk pembangunan perumahan. Sedangkan tahap kedua rencananya akan diberikan pada 21 November mendatang.
Baca Juga:
LAMPUNG - Sebanyak 395 warga korban konflik sosial di Desa Balinuraga dan Sidoreno, Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung mendapatkan bantuan
BERITA TERKAIT
- Longsor di Boyolali, Belasan Rumah Warga Rusak
- Tabrakan Beruntun di Cicaheum Bandung, Seorang Pejalan Kaki Tewas
- Detik-Detik Bocah Tewas Tersedot Saluran Pembuangan Kolam Renang di Garut
- PPPK Tahap 1 Bantul Baru Bisa Mulai Efektif Bekerja Juli 2025, Ini Penjelasan Triyanto
- Gempa Bumi 5,3 Magnitudo Guncang Waingapu NTT, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- Innalillahi, Anak Tewas Tersedot Saluran Pembuangan Kolam Renang