4 Kali Kecelakaan dalam 2 Hari, TransJakarta Bakal Dievaluasi

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengevaluasi tata kelola TransJakarta.
Hal itu dilakukan karena dalam 24 jam terakhir, terjadi kecelakaan beruntun sebanyak empat kali yang melibatkan TransJakarta.
Kecelakaan tersebut bahkah mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
"Kami terus evaluasi. KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) juga sudah melakukan evaluasi, sudah ada rekomendasi," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/3).
Politikus Partai Gerindra ini mengaku manajemen BUMD DKI Jakarta bidang jasa transportasi umum itu juga melaporkan bakal membangun sekolah bagi pengemudi bus TransJakarta. Dia mengatakan saat ini sekolah khusus pengemudi itu sedang dalam proses manajemen TransJakarta.
"Pak Dirut (TransJakarta) sudah menyampaikan kepada saya ke depan akan dibangun dan dibuat sekolah bagi pengemudi. Sekarang, pilot ada sekolahnya, nakhoda, masinis juga ada sekolahnya," kata mantan wakil ketua Komisi II DPR itu.
Sebelumnya, sejak Minggu (13/3) hingga Senin (14/3) ini terjadi empat kali kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta.
Pada Minggu (13/3) sekitar pukul 06.10 WIB terjadi kecelakaan di Jalan MH Thamrin, yang mengakibatkan seorang pengendara motor tewas terlindas bus TransJakarta. Pada hari yang sama di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, bus TransJakarta menabrak separator hingga mengakibatkan tangki bahan bakar bocor sehingga berceceran di jalan.
Pemprov DKI Jakarta bakal mengevaluasi tata kelola TransJakarta. Dalam dua hari, terjadi empat kali kecelakaan yang melibatkan bus TransJakarta.
- 8 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik 2025 di Aceh
- Transjakarta Ubah Jam Operasional Saat Lebaran, Mulai Pukul 09.00 WIB
- Detik-detik Kecelakaan Maut di Tol Ring Road Cengkareng, Inilah Daftar Korban Tewas
- Detik-detik Kecelakaan di Tol Cipali Hari Ini, Ada Korban Tewas
- 2 Mobil Tabrakan di Tol Cipali, Satu Pemudik Tewas
- Detik-Detik Pemotor Tewas Terjepit Badan Truk di Tulungagung, Innalillahi