5 Berita Terpopuler: BKN Bereaksi soal Paruh Waktu di Seleksi PPPK 2024, Ada Kasus yang Terungkap, Kacau

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Kamis(27/12) tentang BKN bereaksi soal seleksi PPPK 2024, ada kasus yang diungkap Connie, hingga pilot Super Airjet kacau. Simak selengkapnya!
1. Super Airjet Kurung Penumpang 2 Jam, EGM Angkasa Pura II: Kacau Itu Pilotnya
Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Pekanbaru Radityo Ari Purwoko, memberikan pernyataan terkait insiden penerbangan Super Airjet IU 914 rute Jakarta-Pekanbaru, yang membuat penumpang terjebak di dalam kabin pesawat selama dua jam pada Jumat (27/12).
Menurut Radityo, alasan tidak adanya perpanjangan operasional (extend) Bandara Sultan Syarif Kasim II hingga malam hari tidak tepat. “Kacau itu pilotnya. Kami selalu berikan extend dan tidak pernah menolak pengajuan extend,” ujar Radityo Jumat (27/12).
Baca selengkapnya, klik link di bawah:
Super Airjet Kurung Penumpang 2 Jam, EGM Angkasa Pura II: Kacau Itu Pilotnya
2. Paruh Waktu Tercantum di Pengumuman Hasil Seleksi PPPK 2024, BKN Bereaksi
Pengumuman hasil seleksi PPPK 2024 tahap 1 sementara berjalan. Namun, ada yang aneh dengan tampilan pengumuman seleksinya.
5 berita terpopuler sepanjang Kamis(27/12) tentang BKN bereaksi soal seleksi PPPK 2024, ada kasus yang diungkap Connie, hingga pilot Super Airjet kacau
- Hengky Pribadi Mangkir di Sidang Korupsi Retrofit PLTU Bukit Asam
- KPK Periksa Edwar Darwis terkait Kasus Korupsi Rujab DPR
- Kepala BKN: PNS & PPPK Aset Negara, Harus Dilindungi, Ditingkatkan Kesejahteraannya
- Ahmad Ali Mangkir dari Panggilan KPK terkait Kasus TPPU Rita Widyasari
- Usut Gratifikasi ke Pejabat Pajak, KPK Periksa Bos Bharata Millenium Pratama hingga BPR Olympindo
- Usut Korupsi Kereta Api, KPK Periksa Pihak Wika dan Adhi Karya