5 Warga Bekasi Tewas Mengenaskan Usai Pesta di Kampung Siluman
![5 Warga Bekasi Tewas Mengenaskan Usai Pesta di Kampung Siluman](https://cloud.jpnn.com/photo/arsip/watermark/2019/12/04/ilustrasi-mayat-foto-radar-bogor-24.jpeg)
jpnn.com, BEKASI - Minuman keras (miras) oplosan kembali menelan korban jiwa. Lima orang tewas usai pesta miras di Kampung Siluman, RW 02, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/4).
Korban tewas diketahui berasal dari RT 003/02: Nursan (28) dan Sahril (24); RT 004/02 Kamal (32) dan Siswanto (34), lalu RT 002/02 Amin (35). “Yang pertama meninggal Nursan, pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB,” kata Ketua RT 003/02 Bolot Sujarwadi.
Setelah itu, beberapa orang lainnya dibawa ke rumah sakit. Menurut informasi, pada Jumat siang, 8 warga RW 02 yang biasa menjadi juru parkir di ruko wilayah Mangunjaya meminum miras berupa ginseng dengan campuran bahan lain.
“Mereka mencampur alkohol 80 persen dengan ginseng kemudian minuman saset dan air mineral. Itu ditempatkan pada teko lalu diminum bersama,” kata Holik, salah seorang teman korban.
Selain lima korban, tiga orang lainnya yakni Ruhyat, Asep, dan Galih, juga ikut minum. Pada malam hari Nursan mengaku pusing dan muntah. Ia langsung dibawa ke RS Kartika Husada. Beberapa jam dirawat, ia meninggal dunia.
Begitu pun dengan korban lainnya seperti Sahril, Kamaludin, Amin, Ruhyat, Asep. Masing-masing dibawa ke RS setelah mengalami gejala pascaminum.
Polisi saat ini masih pencari pembuat dan penjual miras oplosan itu. (pojokbekasi)
Kelima orang itu tewas usai pesta miras oplosan di Kampung Siluman, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Miras Racikan di Cianjur Tewaskan Anak di Bawah Umur
- Minum Miras Oplosan, 4 Warga Bogor Tewas
- Ternyata Ini Motif Pembunuhan Mbak Sri Pegawai Bank Keliling di Bekasi
- Kronologi Penemuan Mayat Mbak Sri yang Dibunuh Nasabah saat Menagih Utang
- Info Nusron soal Pagar Laut, Sertifikat Berpindah Misterius, Waduh
- Innalillahi, Nyawa Mbak Sri Melayang saat Menagih Utang