53 Imigran Terdampar Di Mentawai
Selasa, 04 September 2012 – 14:58 WIB
MENTAWAI--Kapal mesin yang membawa 53 orang warga negara asing (WNA), kembali ditemukan terdampar oleh nelayan Desa Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai di perairan gugusan Pulau Sibegeu, Jumat (31/8) sore. Terdiri dari 46 laki-laki dewasa, 4 orang perempuan dewasa, seorang anak perempuan dan dua anak laki-laki. Saat dikunjungi rombongan Polsek Sikakap, Minggu (1/9) sekitar pukul 13.00 WIB, salah seorang di antara imigran gelap itu menuliskan kalimat “Please Help Us” yang bisa diartikan dengan permintaan pertolongan, di sebuah benda bulat berwarna putih. Sayang, ketika Kapolsek Sikakap, AKP Surya Negara mencoba berdialog dengan mereka, tak membuahkan hasil maksimal karena terkendala bahasa.
Informasi nelayan yang menemukan kapal ke-2 ini, Cristoper Sritoitet, kapal itu diduga kuat terdampar bersamaan dengan kapal JML 4134 IMUL-A-0500 NBO berbendera Srilanka, yang ditemukan nelayan setempat sehari sebelumnya, Kamis (30/8). Dimana, kapal itu juga membawa 45 orang imigran dengan tujuan Australia. Jika kapal pertama karena menderita kerusakan mesin, kapal ke-2 ini diduga kehabisan bahan bakar.
“Kapal ke-2 ini ditemukan tak begitu jauh dari lokasi penemuan pertama. Kapal ini tidak kelihatan bersamaan penemuan pertama, karena tersembunyi di balik gugusan batu karang yang ada di Pulau Sibegeu,” terang Cristoper kepada POSMETRO (Grup JPNN), Senin (2/9).
Baca Juga:
MENTAWAI--Kapal mesin yang membawa 53 orang warga negara asing (WNA), kembali ditemukan terdampar oleh nelayan Desa Malakkopa, Kecamatan Pagai Selatan,
BERITA TERKAIT
- Bea Cukai Malang Menggagalkan Pengiriman 414.920 Batang Rokok Ilegal
- Puskesmas Jomin Terima Ambulans Modern dari Peruri
- Edarkan Narkoba di Muara Enim, Pria Ini Akhirnya Ditangkap
- Farhan Upayakan Penerbangan Komersil Bandara Husein Sastranegara Aktif Lagi
- Pak Ihsan Menyinggung Honorer jadi PPPK Paruh Waktu, Minta Tambahan Anggaran
- Prabowo Luncurkan Makan Bergizi Gratis, Pedagang Kantin Sekolah Menangis