64 Juta Penduduk Tinggal di Daerah Rawan Banjir, 41 Juta di Area Bahaya Longsor

jpnn.com - JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah harus segera mengantisipasi bencana banjir dan longsor seiring datangnya musim penghujan.
Pasalnya, ratusan juta penduduk Indonesia memang tinggal di daerah rawan. Sebanyak 64 juta penduduk Indonesia tinggal di daerah rawan banjir yang tersebar di 315 kabupaten/kota. Sementara itu, sebanyak 41 juta penduduk tinggal di daerah rawan longsor yang tersebar di 274 kabupaten/kota.
"Pemerintah dan pemda harus melindungi masyarakat," ujar Sutopo, Minggu (8/11).
Dia menambahkan, perlu dilakukan rapat koordinasi teknis antisipasi banjir dan longsor. BNPB dan BPBD juga perlu segera menyusun rencana kontinjensi.
Sutopo mengatakan, pola banjir dan longsor umumnya berlangsung selama penghujan. Punncaknya dari Desember hingga Februari.
"Banjir dan longsor sesungguhnya adalah bencana yang dapat diantisipasi karena bisa diprediksi dan dikenali sehingga korban bisa dihindari," tegas Sutopo. (zul/jos/jpnn)
JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah harus segera mengantisipasi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Hadirkan Poliklinik Women & Children, RS Mitra Keluarga Bekasi Janjikan Layanan Komprehensif
- Berdialog dengan Fadli Zon, Putu Rudana: Seni Budaya Harus Jadi Mercusuar Bernegara
- Sumber Air Bersih Warga Merapi Barat Lahat Hilang Akibat Limbah Tambang
- Kemenhan Tetapkan 787 PNS dan PPPK Jadi Komponen Cadangan, Untuk Apa?
- PPPK juga Menjadi Komcad, Harus Siap Digerakkan Kapan Saja
- Memang, Sulit Percaya Begitu Saja pada Danantara