7 Bulan jadi Buronan, Yohanis Tandilangi Ditangkap Tim Tabur

jpnn.com, MAKASSAR - Seorang buronan kasus investasi jasa keuangan ilegal, Yohanis Tandilangi alias Totti ditangkap tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Yohanis diamankan saat berada di Jalan Kayu Manis I Lama, Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
"Yohanis ini statusnya adalah terpidana dan telah menjadi buronan sejak 2021. Tim Tabur Kejagung bersama Tim Tabur Kejati Sulsel berhasil melacak keberadaan terpidana Yohanis sehingga langsung dilakukan eksekusi," ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Sulsel Idil di Makassar, Rabu.
Idil mengatakan terpidana Yohanis telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Makassar dia langsung dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan (lapas).
Dia menerangkan jika Yohanis sejauh ini telah divonis bersalah sesuai Putusan PT Nomor : 697 /Pid Sus/2020/PT. MKS tanggal 1 Februari 2021 dan Putusan Kasasi Nomor : 2169 K/Pid.Sus/2021 tanggal 30 Agustus 2021.
"Jadi, statusnya terpidana dan telah divonis bersalah melakukan tindak pidana perbankan secara bersama-sama berupa investasi jasa keuangan ilegal yang mengakibatkan kerugian nasabah mencapai Rp131.098.262.661 dan dijatuhi pidana 5 tahun,” terang Idil.
Idil mengatakan Yohanis sebenarnya telah dipanggil secara patut untuk datang menjalani masa pidana. Namun, Yohanis malah mangkir sehingga statusnya dijadikan DPO.
Tujuh bulan menjadi buronan, Yohanis akhirnya diketahui keberadaannya sehingga Tim Tabur Kejagung bersama Tim Kejati Sulsel melakukan penangkapan.
Setelah ditangkap Tim Tabur, buronan Yohanis Tandilangi langsung dijebloskan ke lapas.
- Perusahaan Travel Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penipuan
- Fuji Laporkan Mantan Rekan Kerja ke Polisi
- 3 Berita Artis Terheboh: Fuji Mengaku Ditipu, Inara Rusli: Enggak Heran
- Bareskrim Ungkap Penipuan Berkedok Trading Kripto, Kerugian Capai Rp 105 Miliar
- Bea Cukai Ingatkan Pentingnya Wawas Diri Terhadap Penipuan Mengatasnamakan Instansi
- Banyak Korban Investasi Bodong, Gilang Ingatkan Jampidum dan Polri Soal Keadilan