7 Ton Sampah Anorganik per Hari di Bali Dikumpul dan Didaur Ulang

“Semua kemasan Tetra Pak dapat didaur ulang dan dapat diubah menjadi berbagai macam produk baru. Kami berkolaborasi dengan para pelaku pengelolaan sampah untuk memperkuat infrastruktur pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang kemasan,” ujar Fatma di sela-sela pemantauan daur ulang kemasan di gudang milik Ecobali.
Fatma mengatakan Tetra dan EcoBali bekerja sama dengan hotel-hotel, cafe, dan restoran untuk mengambil sampah anorganik yang bisa didaur ulang. Paling banyak sampah yang diambil merupakan berupa karton minuman maupun makanan dari produk yang memakai kemasan Tetra Pak. Namun, Tetra dan EcoBali menerima bentuk sampah anorganik dari produk lain selama masih bisa didaur ulang.
“Di Bali, kan, daerah tourism, banyak hotel, café, restoran. Kami bekerja sama dengan mereka, mengambil sampah yang bisa didaur ulang,” imbuh Fatma.
Sementara Dwi Septiantari, Services Area Lead EcoBali mengatakan organisasinya juga merangkul masyarakat dalam hal ini rumah tangga, sekolah, bank sampah, dan pengangkut sampah dari pemda untuk mengumpulkan serta memilah sampah yang akan didaur ulang.
Dwi Septiantari, Services Area Lead EcoBali
Dwi mengatakan sampah yang dikumpulkan dan didaaur ulang dalam sehari rata-rata 7 ton.
Merangkul masyarakat dalam hal ini rumah tangga, sekolah, bank sampah, dan pengangkut sampah dari pemda untuk mengumpulkan serta memilah sampah yang akan didaur
- Menteri LH Akan Gugat Produsen Penyumbang Sampah Plastik
- Rumah Mesin Salurkan Puluhan Pengolah Sampah ke 15 Kota dan Kabupaten Sepanjang 2024
- Chandra Asri Group Perluas Implementasi Ekonomi Sirkular dengan Pengumpulan Jelantah
- Pramono Mengaku Hampir 10 Tahun Usahakan Aturan Tipping Fee Pengelolaan Sampah
- Kementerian LH Terapkan Program Terpadu Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir
- Penghentian TPA Open Dumping Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM-Startup