700 Perusahaan Besar Tak Bayar Pajak di Australia

Menteri urusan Perbendaharaan Negara (Treasurer) Australia Scott Morrison menegaskan perusahaan multinasional harus membayar lebih banyak pajak, setelah melaporkan lebih dari 700 perusahaan dengan pendapatan total $ 500 miliar (sekitar Rp 5.000 triliun) tidak membayar satu sen pun.
Kantor Pajak Australia (ATO) memperkirakan mengemplangan pajak saat ini membebani perekonomian Australia sekitar $ 2,5 miliar per tahun.
Laporan terakhir ATO menunjukkan perusahaan multinasional ExxonMobil mencatatkan pendapatan $ 6,7 miliar sementara Shell Energy Holdings Australia mencatatkan $ 4,2 miliar. Kedua perusahaan ini tidak membayar pajak di Australia.
Treasurer Morrison mengatakan Pemerintah Federal telah mengajukan UU Penghindaran Pajak Multinasional "paling keras" dan kini sudah ada tanda-tanda perusahaan terkait telah mengubah operasional mereka.
"Perusahaan besar multinasional sekarang merestrukturisasi bagaimana mereka menjalankan usaha mereka," katanya.
"Perubahan tersebut akan menyebabkan mengalirnya pemasukan di tahun keuangan mendatang, yang melampaui periode dalam laporan keuangan tahun ini," jelas Morrison.
"Undang-undang telah diberlakukan untuk menangani permasalahan yang sedang disoroti," tambahnya.
Namun menteri bayangan urusan perbendaharaan negara dari Partai Buruh Andrew Leigh mengatakan Pemerintahan PM Turnbull bicara "permainan besar" mengenai pajak multinasional tanpa memberikan hasil signifikan.
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana