8 Aplikasi Ini Bantu Traveling jadi Lebih Mudah

Airbnb
Airbnb merupakan sebuah revolusi di bidang traveling. Dengan Airbnb, Anda bisa menemukan berbagai alternatif pilihan penginapan unik yang sebelumnya tidak mudah untuk ditemui. Kebanyakan penginapan yang ada di Airbnb sendiri dimiliki dan dikelola oleh orang pribadi. Jadi, ada kemungkinan Anda dapat bertemu dengan sang pemilik. Kebanyakan pemilik juga siap membantu dan memberikan segala informasi terkait destinasi wisata yang bisa Anda kunjungi.
Withlocals
Bagi Anda yang bosan dengan destinasi wisata mainstream, mungkin bisa mencoba aplikasi Withlocals. Di aplikasi ini, Anda bisa terhubung dengan puluhan travel guide yang merupakan warga lokal. Setiap panduan ini pun memiliki itinerary sendiri dan biasanya destinasi yang ditawarkan cukup unik. Bersama pemandu lokal ini, Anda bisa merasakan wisata layaknya warga lokal, sehingga jadi jangan kaget apabila Anda dibawa menuju hidden gems yang luput dari perhatian dunia.
XE Currency
Berwisata ke luar negeri tentu perlu mempersiapkan pengetahuan tentang nilai kurs atau nilai mata uang dari negara yang ingin Anda kunjungi. Aplikasi XE Currency memberikan segala informasi soal kurs mata uang rupiah dengan disandingkan mata uang asing. Aplikasi ini juga menyajikan grafik kenaikan dan penurunan dari mata uang rupiah.
Elk
Elk juga merupakan aplikasi konverter mata uang. Hanya saja penggunaan aplikasi ini jauh lebih sederhana. Pengguna hanya perlu memasukkan nominal uang yang ingin dikonversikan ke mata uang asing. Hasilnya pun dapat dilihat secara real time.
Banyak aplikasi melalui handphone yang kini memudahkan traveler untuk traveling ke luar negeri
- Puncak Arus Mudik, Garuda Indonesia Group Angkut 81 Ribu Penumpang
- Serikat Karyawan Garuda Indonesia Desak Transparansi Manajemen
- Rekrutmen Eks Lion Air Picu Protes Keras dari Karyawan Garuda, Dinilai Tidak Transparan
- Sesal Kabur
- Wujudkan Transformasi Sekolah di Pulau Komodo, Pegadaian & Garuda Indonesia Bersinergi
- Garuda Indonesia Umrah Travel Fair 2025 Digelar di Surabaya, Proyeksinya 34 Ribu Kursi