9 Mayat di Perairan Bengkalis Belum Bisa Dipastikan

jpnn.com, MALAKA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Riau masih berusaha mengidentifikasi identitas sembilan mayat yang ditemukan mengapung di Selat Malaka, atau perbatasan Indonesia-Malaysia:
Menurut Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Syahar Diantono, pihaknya belum bisa memastikan apakah sembilan jenazah itu merupakan tenaga kerja indonesia (TKI) ilegal.
Dia mengatakan, dikarenakan penemuan jenazah tidak secara berbarengan membuat pihaknya terlebih dahulu melakukan proses identifikasi.
"Sementara kami belum bisa pastikan karena yang ditemukan satu per satu. Sementara identifikasi dulu oleh DVI,” kata dia, Selasa (4/12).
Dari sembilan jenazah, tiga jenazah sudah teridentifikasi. Sedangkan satu jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan sudah dimakamkan oleh dinas sosial setempat lantaran tidak ada keluarga yang menjemputnya.
"Nah sisanya lima ini belum bisa diidentifikasi masih proses, kami fokus ke sana (identifikasi)," katanya.
Sebelumnya, dalam 10 hari terakhir petugas menemukan sembilan mayat terapung di Selat Malaka, dan diperkirakan masih akan ada temuan lagi.
Kesembilan mayat ditemukan pada waktu yang terpisah di Selat Malaka. Mayat pertama ditemukan di perairan Rupat Utara, Sabtu, 24 November lalu. Kemudian yang terakhir pada 29 November. (cuy/jpnn)
Dalam 10 hari terakhir petugas menemukan sembilan mayat terapung di Selat Malaka, dan diperkirakan masih akan ada temuan lagi.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Polisi Ungkap Misteri Penemuan Mayat Perempuan di Cimahi, Ternyata
- Ini Kejanggalan Kematian Wanita di Makassar
- Mayat Ibu & Anak Ditemukan dalam Toren di Tambora, Diduga Korban Pembunuhan
- Kasus Pembunuhan Gadis di Gorontalo Masih Misteri, Ini Kata Polisi
- Jasad Pria Berkaus Loreng TNI Ditemukan di Pantai Minajaya, Begini Kondisinya
- Kronologi Penemuan Mayat Mbak Sri yang Dibunuh Nasabah saat Menagih Utang