Insiden saat Le Classique
9 Polisi Terluka, 21 Orang Ditangkap

jpnn.com, MARSEILLE - Sebanyak sembilan petugas kepolisian terluka, satu di antaranya terkena lemparan batu pada wajahnya dan harus dirawat di rumah sakit selama tujuh hari.
Laporan Le Parisien yang dilansir Marca menyebutkan insiden terjadi sebelum, selama, dan setelah Le Classique antara Marseille versus Paris Saint-Germain di Stade Velodrome, Minggu (24/10) atau Senin dini hari WIB.
Polisi menangkap 21 orang yang mayoritas merupakan ultras Marseille.
Sejumlah bom asap meledak saat pertandingan yang membuat laga sarat gengsi di Prancis itu sempat dihentikan, termasuk saat superstar PSG Neymar akan melakukan sepak pojok.
Pada babak kedua, seorang penggemar menyerbu ke lapangan dan berlari ke arah megabintang anyar PSG Lionel Messi.
Sementara itu, di luar stadion, ratusan orang mencoba masuk ketika gerbang ditutup.
Polisi harus turun tangan dan menembakkan gas air mata kepada beberapa fan.
Pertandingan itu sendiri berakhir tanpa gol.
Satu di antara sembilan polisi terkena lemparan batu pada wajahnya dan harus dirawat di rumah sakit selama tujuh hari.
- Begini Kronologi dan Motif Sekuriti Tikam Polisi hingga 2 Orang Tewas di Rohil
- Pelaku Penikaman Polisi di Pos Kompleks BMH Bagansiapiapi Ditangkap
- Heboh Penikaman di Karaoke See You Rohil, 2 Orang Tewas, Satunya Polisi
- Kapolri Instruksikan Antisipasi Kejahatan di Stasiun untuk Mudik Lebih Aman
- Remaja Pelaku Pencabulan 16 Anak di Pinrang Diringkus Polisi
- H-3 Lebaran, Volume Kendaraan di GT Cileunyi Bandung Meningkat Drastis