A Sempat Mengasah Parang Sebelum Menghabisi Ketua MUI Secara Sadis, Ini Motifnya

Sesampai di rumah, tersangka pembunuhan berencana itu sempat mengasah parang dan kemudian pergi lagi untuk menunggu korban di tempat kejadian perkara (TKP).
Setibanya korban di TKP, tersangka A langsung melayangkan parang miliknya ke arah korban yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor.
"Parang atau kelewang tersebut langsung mengenai leher bagian belakang yang mengakibatkan luka terbuka," beber Irjen Panca.
Belum berhenti di situ, tersangka kembali membacok tubuh korban berkali-kali sehingga mengakibatkan banyak luka di jasad ketua MUI itu.
Bahkan, salah satu pergelangan tangan korban terputus akibat terkena tebasan parang pelaku.
Usai beraksi, tersangka melarikan diri dan bersembunyi di perkebunan kelapa sawit yang ada di sekitar lokasi hingga akhirnya ditangkap oleh tim gabungan.
Saat penangkapan itu, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti seperti parang yang sempat disembunyikan pelaku di sebuah pohon.
Polisi juga mengamankan sejumlah pisau pemotong atau cutter, sepeda motor korban, senjata mainan, dan beberapa barang lainnya. Penyidik juga telah memeriksa 12 orang saksi terkait kasus pembunuhan ketua MUI itu.
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra membeberkan kronologis dan motif A menghabisi Ketua MUI Labura Aminurrasyid Aruan.
- Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diduga Terencana, Ada Bukti
- Keluarga Jurnalis yang Dibunuh Oknum TNI AL Punya Bukti Soal Kekerasan Seksual
- Ternyata Brigadir Ade Kurniawan Sudah Lama Rencanakan Pembunuhan Terhadap Bayi 2 Bulan
- Pembunuh Sadis di Dumai Ditangkap Beberapa Jam setelah Kejadian, Ini Motifnya
- Buronan Kasus Pembunuhan Tertangkap setelah Bikin Keributan
- Sidang Putusan Perkara Pembunuhan Ricuh, Ini Masalahnya