Ace: Tuduhan Kecurangan TSM Hanya Isapan Jempol Belaka
Ace menambahkan, pada beberapa kasus yang mereka sampaikan ironisnya justru peristiwa kecurangan yang dituduhkan itu, justru pasangan 02 yang menang. Misalnya, kata dia, kasus di Kabupaten Kubu Raya Kalbar dan Kabupaten Barito Kuala Kalsel. Juga soal DPT ganda yang menurut pengakuan saksi ditemukan di Bogor, Makassar dan daerah lainnya justru di daerah-daerah tersebut pasangan 02 juga menang. "Sungguh sangat ironis," tegasnya.
Wakil ketua Komisi VIII DPR itu menyatakan, dengan melihat secara seksama saksi-saksi yang dihadirkan, terlihat bahwa memang mereka jauh dari tuduhan yang selama ini digembar-gemborkan.
Menurut dia, tim hukum 02 tidak siap dengan menghadirkan saksi-saksi yang meyakinkan. Apalagi saksi-saksi itu tidak disertai dengan keyakinan apa yang mereka alami, lihat, dan ketahui langsung. "Ketika ditanya sebagian besar saksi fakta itu mengatakan tidak tahu dan lupa," katanya.
Pihaknya meyakini bahwa untuk membuktikan selisih suara kemenangan Jokowi - Ma'ruf sebesar 16,9 juta suara sangat jauh sekali. Para saksi tidak cukup meyakinkan untuk menunjukkan adanya perbedaan selisih hasil suara Pilpres 2019. Apalagi jika petitum Tim Hukum 02 meminta agar mereka dimenangkan dengan kesaksian seperti itu.
"Jangankan untuk dikabulkan untuk memenangkan pasangan 02, untuk dilakukan pemilu ulang di tempat-tempat di mana saksi itu berada saja, tidak memenuhi syarat untuk dilakukan," paparnya. (boy/jpnn)
Ace Hasan menilai tim hukum 02 tidak siap dengan menghadirkan saksi-saksi yang meyakinkan di sidang MK.
Redaktur & Reporter : Boy
- MK Putuskan Caleg Tidak Boleh Mundur Demi Pilkada, Tidak Ada Lagi Fenomena Borong Jabatan Politik
- Keputusan MK Bahwa Caleg Tak Boleh Mundur Demi Pilkada Memutus Akal-akalan Parpol
- PT Timah Gugat UU Tipikor Terkait Vonis Ganti Rugi, Pakar Hukum: Kontraproduktif
- Eddy Soeparno Respons soal Gugatan Ketum Parpol ke MK, Ini Ranah Internal
- ILDES Siap Gugat UU Kementerian ke MK Soal 5 Wamen Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN
- Buntut Pilkada Kukar Harus Diulang, Arief Puyuono Minta DKPP Pecat Seluruh Anggota KPU