Acungi Jempol Mabes Polri, Edi Minta 18 Oknum Polisi Diduga Peras WN Malaysia Dipecat
jpnn.com - JAKARTA - Direktur Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengapresiasi langkah cepat Mabes Polri menindak setidaknya 18 orang oknum polisi yang diduga terlibat dalam pemerasan sejumlah warga negara Malaysia saat menghadiri Djakarta Warehouse Project (DWP) di JIExpo, Kemayoran.
Apresiasi secara khusus disampaikan kepada Divisi Propam Polri, karena jika benar perbuatan pemerasan apalagi terhadap warga negara asing sangat mencoreng wajah hukum Indonesia di luar negeri.
"Karena itu kami mendukung tindakan cepat dan tegas yang dilakukan Divisi Propam Polri. Belasan oknum ini jika terbukti harus ada tindakan tegas. Karena sudah mempermalukan nama baik polri di tengah masyarakat dan dunia internasional," ujar Edi dalam keterangannya, Minggu (22/12).
Dosen pascasarjana Universitas Bhayangkara, Jakarta ini, bahkan meminta agar para oknum dipecat atau di hukum pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) jika terbukti melakukan pemerasan.
Edi Hasibuan menegaskan perilaku belasan oknum polri tersebut sulit diterima oleh masyarakat.
"Seharusnya mereka melayani tamu negara dengan baik, malah perilakunya menyimpang," ucapnya.
Mantan anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) ini lebih lanjut mengatakan perilaku sejumlah oknum dimaksud telah menurunkan harkat dan martabat kepolisian.
Karena tindakannya telah membuat citra polri buruk di dunia internasional.
Edi Lemkapi mengacungi jempol kinerja Mabes Polri, dia lantas meminta 18 oknum yang diduga peras WN Malaysia dipecat.
- Soal Kasus Pemerasan Oleh Polisi, Legislator Komisi III Singgung Sanksi Tegas
- Dilantik Jadi Kaprodi S2 Ilmu Hukum, Edi Hasibuan Berharap Banyak Polisi Mendaftar
- Lemkapi Klaim Polri Memuaskan di 100 Hari Pemerintahan Prabowo
- Edi Hasibuan Minta Propam Proses AKBP Netty yang Mengkritik Mayor Teddy
- Polisi Terlibat Kasus Pemerasan Penonton DWP Kini Berjumlah 32 Orang
- Propam Diminta Usut Total Kasus DWP di Semua Lingkaran Polri