Ada Jenderal di Belakang PLTA Asahan I
Minggu, 29 Agustus 2010 – 20:50 WIB

Ada Jenderal di Belakang PLTA Asahan I
Dikatakan, posisi PLTA Asahan I berada di hulu sungai Asahan. Jika PLTA Asahan I yang belum memenuhi persyaratan ini diberikan izin, maka akan menjadi preseden buruk. Pasalnya, juga ada PLTA Asahan II yang dikelola PT Inalum dan PLTA Asahan III yang digarap PT PLN. "Dan airnya dari danau Toba, yang sekarang sudah menjadi kubangan sampah. Kalau dibiarkan, danau Toba akan semakin parah," cetusnya.
Baca Juga:
Dia menyebut, ada dua perusahaan di sekitar danau Toba yang juga punya masalah AMDAL. "Kami minta pemerintah agar tidak memberikan izin operasional dulu ke PLTA Asahan I, juga dua perusahaan di lingkungan danau Toba. Harus dipenuhi dulu syarat-syarat AMDAL-nya," tegas Simbolan, tanpa menyebutkan nama dua perusahaan dimaksud.
Daryanto Mardiyanto menambahkan, PT Bajradaja Sentranusa sudah lama mengajukan izin operasional tapi belum diberikan. Jika sudah punya izin usaha tapi belum punya AMDAL, maka dilakukan audit lingkungan. Sedang hasil audit menemukan sejumlah pelanggaran.
Setgab sudah mengantongi surat dari Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan, Hermin Rosita, perihal hasil audit lingkungan atas PLTA Asahan I, yang dikeluarkan Agustus 2010. Dari surat itu terungkap bahwa beberapa hal memang tidak sesuai AMDAL. Di antaranya, pengendalian pencemaran air tidak sesuai dengan PP Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
JAKARTA -- Koordinator Sekretriat Gabungan (Setgab) Lingkungan Hidup Komisi VII DPR, Effendi Simbolon mengatakan, setelah dirinya pada pekan lalu
BERITA TERKAIT
- Arus Balik Padat, One Way Lokal Tol Semarang ABC Diberlakukan
- Harga BBM Vivo Jenis Revvo 90 Kembali Turun, Jadi Sebegini Sekarang
- Harga Emas Antam Hari Ini 5 April 2025, Anjlok
- Harga Emas Antam, UBS, dan Galeti24 di Pegadaian Kompak Turun, Berikut Perinciannya
- Telkom Lewat IndiBiz Buka Posko Mudik BUMN 2025 di Pelabuhan Ketapang dan Bakauheni
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI