Ada Kekhawatiran Kelompok Radikal di Australia Semakin Menarik Anak Muda

"Mereka sudah mengembangkan teknik [atau] pola dalam menjaring korban yang semakin muda usianya... tampaknya ini adalah bagian dari permainan mereka," tambahnya.
Prof. Barton percaya keluarga adalah kunci utama untuk menghentikan radikalisasi. Alasannya, karena keluarga adalah pemerhati pertama jika ada perubahan pada anak-anak mereka.
"Keluarga berada dalam posisi untuk melihat sesuatu yang tidak benar, berbicara dan kemudian bekerja sama dengan warga lainnya," katanya.
"Saya pikir respon sangat cepat oleh Perdana Menteri dan Menteri Utama New South Wales, [dengan menggelar] teleconference bersama para pemimpin komunitas Muslim adalah tindakan yang tepat," katanya.
"Itu menunjukkan bahwa kita tidak bisa mencegah tragedi yang terjadi Jumat lalu, tapi kita telah belajar untuk apa yang perlu kita lakukan di masa depan."

Penangkapan siswa
Sementara itu seorang siswa yang sama-sama bersekolah dengan Farhad Jabar di Sekolah Menengah Atas Arthur Phillip, telah ditangkap oleh pihak kepolisian, Selasa pagi (6/10/2015).
Ia ditangkap setelah dituduh membuat postingan di Facebook yang menyatakan, "Kantor Polisi [Merryland] adalah [target] selanjutnya, semoga mereka masuk neraka."
Postingan di Facebook tersebut ditulis saat ia mengunggah sebuah video yang berisi pidato Komisaris Andrew Scipione soal penembakan yang terjadi Jumat lalu.
Pengamat politik Islam Professor Greg Barton menyatakan kawasan Parramatta di sebelah barat kota Sydney telah menjadi "hot spot" untuk
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi