Ada Konsekuensi Gawat Jika Utang Pemerintah Dibiarkan, Pak Didik Beberkan Fakta 'Berat'

"Warisan utang Presiden Jokowi ke presiden berikutnya, lebih dari Rp 10 ribu triliun," imbuhnya.
Lebih lanjut, Didik menilai, jika dalam jangka pendek kasus tidak bisa ditekan dan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga, maka posisi ekonomi akan sangat sulit.
"Suku bunga utang akan terdorong naik, meski bersaing sama obligas AS," katanya.
Di sisi lain, kata pria kelahiran Pamekasan, Madura itu menyebutkan rasio pajak Indonesia rendah.
"Kalau tidak bisa bayar dalam jangka pendek kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia merosot," beber Didik.
Didik menambahkan jika pemerintah masih dipercaya mungkin masih bisa melakukan pengajuan profiling utang.
"Minta penangguhan utang, tetapi berarti bunganya numpuk," ujar Didik J. Rachbini. (mcr10/jpnn)
Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini menilai utang pemerintah saat ini sudah dalam taraf 'berat'.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- Bicara di Bursa, Misbakhun Tegaskan MBG Program Mulia
- IHSG Memang Anjlok Selasa Kemarin, Tetapi Penyerapan SBN Sesuai APBN
- Pengamat Ungkap Penyebab IHSG Jeblok Hampir 7 Persen, Ada Faktor Defisit APBN
- Ekonom Sebut saatnya Reformasi Fiskal untuk Menjaga APBN
- INDEF: Penghentian PSN Tanpa Kajian Bisa Merusak Kredibilitas Pemerintah
- Sri Mulyani Laporkan Defisit APBN Februari, Jangan Kaget ya!