Ada Potensi Rebut Pasar Baja Di Malaysia
Sabtu, 03 September 2011 – 08:08 WIB

Ada Potensi Rebut Pasar Baja Di Malaysia
"Antara lain disampaikan bahwa share impor Indonesia yang kecil, alasan lonjakan impor karena unforeseen development (pengembangan yang tidak terduga) tidak dapat diterima, kinerja industri yang positif, tidak ada kerugian serius, tidak ada causal link dan dan tidak ada structural adjustment," urai dia.
Baca Juga:
Kemudian, pada 28-29 juni lalu kembali menyampaikan sanggahan atas tuduhan dumping dalam public hearing di Kuala Lumpur Malaysia. Antara lain menyatakan alasan yang sama seperti dijelaskan sepekan sebelumnya. Meliputi market share impor yang kecil dan sejumlah alasan lainnya.
Data Comtrade mencatat nilai ekspor Indonesia ke Malaysia untuk produk Hot Rolled Coils at glass pada 2008 tercatat sebesar USD 49,1 juta. Sedangkan, 2009 meningkat menjadi USD 62,8 juta dan 2010 turun hingga hanya USD 51,1 juta. Berdasar pangsa pasar, pada 2008 menduduki posisi pertama sebesar 55,06 persen. tahun berikutnya mengalami penurunan dengan posisi tiga besar atau sebesar 9,81 persen setelah Taiwan 33,44 persen dan Jepang 25,82 persen.
Sementara, 2010 lalu pangsa impor Indonesia di Malaysia menempati posisi kelima sebesar 6,75 persen. Secara berturut-turut di bawah Taiwan 26,44 persen, Jepang 23,48 persen, Korea 13,40 persen dan RRT 11,18 persen. Adapun negara tujuan ekspor produk baja Indonesia selain Malaysia adalah Singapura, Australia, Vietnam, Belanda dan Persatuan Emirat Arab (PEA).
JAKARTA - Produk baja asal Indonesia akhirnya bebas dari tuduhan dumping di pasar Malaysia. hal itu menyusul keputusan otoritas Malaysia atau ministry
BERITA TERKAIT
- Pertamina Energy Terminal Pastikan Jaga Keandalan Pasokan BBM dan LPG
- Bank DKI Lakukan Pemeliharaan Sistem, Begini Respons Stafsus Gubernur Jakarta
- Volume Kendaraan Meroket, ASDP Pastikan Layanan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Aman & Terkendali
- Tarif Impor AS Naik, Industri Mebel Indonesia Terancam Lesu
- Rudi Hartono Bangun: Kebijakan AS Harus Disikapi dengan Hati-Hati
- Riza Primahendra Sampaikan Kajian Perkumpulan Amerta Soal Fenomena Ekonomi Lebaran 2025