Ada Rasisme Seksual di Kalangan Pengguna Aplikasi Gay Grindr

Bukan sekedar filter
Juni lalu, Grindr mengumumkan akan menghapuskan filter etnis.
Filter ini mempermudah pengguna untuk menemukan pengguna lainnya yang berlatar belakang ras tertentu sesuai selera mereka.
Fitur ini sendiri sebenarnya sudah lama dikritik karena mendorong pengguna karena berujung pada keterbukaan soal rasisme.
Pedoman untuk komunitas dalam aplikasi tersebut sudah secara terang-terangan menyatakan agar tidak ada kekerasan atas dasar ras dan diskriminasi.
"Kami juga akan menghapus pernyataan diskriminatif yang tercantum di profil [pengguna]," bunyi pedoman tersebut.
"Anda bebas menyatakan selera dan preferensi, namun lebih baik mengetahui apa yang Anda suka, bukan yang Anda tidak suka. Jika melihat pelanggaran, silakan dilaporkan ... dan kami akan menanganinya."

Namun, Gene mengatakan kemungkinan aplikasi tersebut untuk menindak pelanggaran sangatlah kecil.
Di tengah memanasnya gerakan 'Black Lives Matter' awal tahun ini, aplikasi kencan bagi pria gay bernama Grindr mengumumkan akan menghapus filter etnisnya
- Berkinerja Moncer Sepanjang 2024, Bluebird Bukukan Pendapatan Rp 5,04 Triliun
- Solusi Rumah Tetap Bersih saat Asisten Rumah Tangga Mudik Lebaran
- Aplikasi Kasir Online Kantong UMKM Dorong Pelaku Usaha Bandung Melek Teknologi
- 5 Manfaat Aplikasi SCM untuk Pengelolaan Manajemen Rantai Pasok
- Pengunaan Aplikasi Kantong UMKM Dorong UMKM Banten Naik Kelas
- Temu Mencoba Masuk Indonesia, Tapi Bukan Itu yang Dikhawatirkan UMKM