Adakah Solusi Penanganan COVID-19 Tanpa Lockdown Berkepanjangan di Melbourne?

Professor McLaws mengatakan 'traffic-light system' atau sistem lampu lalu lintas (merah, kuning dan hijau) berdasarkan jumlah kasus selama dua minggu bisa digunakan di seluruh Australia.
Dia mengatakan dengan jumlah kasus yang jelas, sistem ini akan membantu warga untuk memahami alasan diberlakukannya 'lockdown', selain mencegah pembatasan diberlakukan lebih lama dari seharusnya.

Perdana Menteri Scott Morrison sudah mengungkapkan kemungkinan mengikuti model yang dilakukan Denmark, yaitu penggunaaan model warna lampu lalu lintas dalam menentukan kawasan bermasalah di negara tersebut.
Berdasarkan penghitungan yang bersifat konservatif, Profesor McLaws memperkirakan pelonggaran di Victoria baru akan bisa dilakukan dua bulan lagi dari sekarang.
"Bila kita mulai melakukan pelonggaran, kita tidak akan pernah keluar dari zona merah, dan pembatasan akan terus dilakukan dalam waktu yang lama," katanya.
"Jadi kita harus bisa mencapai titik kuning dan kemudian hijau, dan setelah itu kita tidak harus melakukan pembatasan lagi."
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.
Melakukan penutupan terhadap kawasan-kawasan pemukiman yang merupakan zona merah mungkin merupakan kebijakan yang bisa dilakukan di Melbourne
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana