AFPI Sediakan Posko Pengaduan demi Lindungi Nasabah Fintech
Selasa, 05 Februari 2019 – 02:04 WIB

Waketum AFPI Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua Multiguna Entjik S Djafar, Humas Tumbur Pardede, Wakil Ketua Eksekutif Pendanaan Produktif Chris Antonius, Ketua Eksekutif Pendanaan Multiguna Dino Martin, Ketua Harian Kuseryansyah
Hal itu untuk melindungi konsumen. Di antaranya, larangan mengakses kontak dan juga penetapan biaya pinjaman maksimal pinjaman.
Baca Juga:
Dalam kode etik tersebut, AFPI menetapkan total biaya pinjaman tidak boleh lebih dari 0,8 persen per hari dengan penagihan maksimal 90 hari.
Wakil Ketua Umum AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan, keberadaan komite etik dan langkah-langkah perlindungan itu sekaligus menegaskan komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab guna melindungi nasabah maupun penyelenggara.
“Upaya-upaya tersebut dilakukan oleh AFPI dalam rangka melindungi para nasabah dan penyelenggara fintech pendanaan online dari fintech-fintech pinjaman online ilegal,” kata Sunu. (jos/jpnn)
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menunjukkan komitmennya untuk menangani penyelesaian pengaduan pelanggan fintech pendanaan online.
Redaktur & Reporter : Ragil
BERITA TERKAIT
- Bos DANA: Fintech Berperan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
- Joki Galbay, Modus Penipuan Baru yang Perlu Diwaspadai
- Kredit Pintar Gelar Kelas Pintar Bersama di Salatiga
- Kredit Pintar Sukses Ajak Kaum Muda Bersuka Ria Lewat Sorak Sorai Fest 2024
- MCI Dorong Inovasi Digital Lewat Mandiri Innovation Hub 2024
- AdaKami Menutup 2024 dengan Dampak Nyata untuk Ekonomi Nasional