Agen Mata-mata Australia Luncurkan Tes Rekrutmen Publik

Pemerintah Federal Australia sepertinya hendak memasuki industri virtual reality yang sedang berkembang merekrut generasi penerus mata-mata Australia.
Australian Secret Intelligence Service, atau ASIS, telah meluncurkan tes secara online untuk menemukan orang-orang yang bisa menjalankan tugas sulit yang dibuat oleh badan intelijen luar negeri.
Tes dimulai dengan calon mata-mata masuk ke dalam lift untuk menuju wawancara kerja yang disebut paling menarik.
Tugas pertama adalah meminta mereka untuk memilih nomor yang hilang dari urutan di lift.
Kemudian mereka akan disambut oleh seorang pemandu yang akan membawa ke serangkaian skenario, mulai dari kantor, bandara udara, hingga restoran.
Tes dirancang untuk menantang cara mereka melakukan pengamatan, pendekatan, serta keterampilan melihat orang-orang dan mendengarkan, yang disebut oleh Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop sebagai "kecerdasan manusia".
Bishop telah berbicara di sejumlah program pagi hari di sejumlah televisi untuk mempublikasikan tes bagi calon mata-mata ini, dengan mengatakan mereka sedang mencari 'James Bond'.
"Yang kami cari adalah orang-orang dari berbagai latar belakang, mereka yang selalu penasaran, tentunya cerdas, karena ini adalah layanan intelijen," katanya kepada program Sunrise dari Channel Seven.
Australian Secret Intelligence Service, atau ASIS, telah meluncurkan tes secara online untuk menemukan orang-orang yang bisa menjalankan tugas sulit yang dibuat oleh badan intelijen luar negeri.
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi
- Pemerintah Australia Umumkan Anggaran Baru, Ada Kaitannya dengan Migrasi
- Terungkapnya Tindakan Kekerasan di Sejumlah Pusat Penitipan Anak di Australia
- Kabar Australia: Gaji AU$ 100.000 Belum Tentu Cukup untuk Sewa Rumah
- Bagaimana Peluang Timnas Indonesia Lulus Piala Dunia 2026 Seusai Dihajar Australia?
- Timnas Indonesia Kalah Terlalu Banyak, Kluivert: Kami Tak Pernah Menundukkan Kepala