Agus-Mustafa Gugat Hasil Pilkada Sarmi ke MK Karena Menilai Banyak Kecurangan

jpnn.com - JAKARTA - Pasangan calon bupati Sarmi, Papua Agus Festus Moar-Mustafa Arnold Muzakkar menggugat hasil Pilkada Sarmi 2024 ke Mahkamah Konstitusi.
Pasangan calon nomor urut 3 ini menyatakan mengajukan perselisihan hasil pemilihan ke MK bertujuan untuk meluruskan proses pemilihan yang dinilai penuh dengan dugaan kecurangan, termasuk maraknya praktik politik uang yang menodai demokrasi.
Pasangan ini juga mengajukan PHP atas dugaan ketidaknetralan penyelenggara sehingga perlu diuji di lembaga peradilan untuk perbaikan penyelenggaraan pemilu di masa yang akan datang.
"Segala bentuk kecurangan termasuk praktik money politics harus dihindari dalam setiap proses pemilu," ujar calon wakil bupati Mustafa di Sarmi, Rabu (11/12).
Mustafa menyebut buruknya penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Sarmi diperparah dengan adanya indikasi kerja sama penyelenggara dengan paslon tertentu.
"Dari pengakuan saksi-saksi hampir di setiap TPS terjadi praktik politik uang tetapi seperti ada pembiaran," ucapnya.
Mustafa menyatakan pihaknya telah melaporkan dugaan kecurangan dimaksud ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Namun, Bawaslu terkesan tidak bersikap akomodatif. Proses laporan sering kali tertunda dan tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya, bahkan cenderung mengulur waktu.
Pasangan calon bupati nomor urut 3 Agus Festus Moar-Mustafa Arnold Muzakkar menggugat hasil Pilkada Sarmi ke MK karena menilai banyak kecurangan.
- PT Timah Gugat UU Tipikor Terkait Vonis Ganti Rugi, Pakar Hukum: Kontraproduktif
- Eddy Soeparno Respons soal Gugatan Ketum Parpol ke MK, Ini Ranah Internal
- ILDES Siap Gugat UU Kementerian ke MK Soal 5 Wamen Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN
- Buntut Pilkada Kukar Harus Diulang, Arief Puyuono Minta DKPP Pecat Seluruh Anggota KPU
- Polda Riau Jamin Keamanan Selama Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di 3 TPS
- MK Perintahkan Pemungutan Suara Ulang Pilkada Siak di 3 TPS, Ini Kata KPU