Agustiar Sabran Menyerukan Musyawarah jadi Solusi Kericuhan Seruyan
jpnn.com - JAKARTA - Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan musyawarah merupakan jalan terbaik menyelesaikan kericuhan antara warga dengan PT Bangun Jaya Alam Permai (BJPA) di Kabupaten Seruyan, Kalteng.
Anggota Komisi III DPR itu Republik Indonesia itu juga mengigatkan falsafah Huma Betang yang mengedepankan kesetaraan, kebersamaan, kekeluargaan, persatuan dan taat kepada peraturan.
"Kami berharap prinsip humanis dan pendekatan yang responsif dalam menangani permasalahan yang terjadi di lokasi PT BJAP Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah lebih dikedepankan," ujar Agustiar.
"Kami juga sudah berkomunikasi dengan beberapa pimpinan ormas agar mengimbau anggotanya, bersama-sama menciptakan keamanan, ketertiban, dan suasana yang kondusif di Kabupaten Seruyan," imbuhnya.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan itu mengatakan prinsip humanis dapat menghilangkan tindakan anarki, yang dapat menambah masalah antara warga dengan PT BJPA.
Agustiar pun mengimbau perusahaan-perusahaan kelapa sawit untuk tidak mengabaikan kewajiban mereka terhadap masyarakat sekitar perusahaan.
"Misalnya, harus berkomitmen memperkerjakan masyarakat lokal di daerah berdirinya perusahaan sawit atau tambang," tuturnya.
"Saya juga meminta aparat kepolisian ikut mencari solusi terbaik, sehingga masyarakat bisa merasakan dampak yang signifikan dari kehadiran perusahaan PT BJAP di Kabupaten Seruyan," ujar Agustiar.
Agustiar Sabran juga mengigatkan falsafah Huma Betang yang mengedepankan kebersamaan dan taat kepada peraturan.
- Guru Besar Sebut Hasto Punya Hak Perlindungan di Kasus Harun Masiku
- Respons PDIP Semarang soal Kasus Mbak Ita di KPK
- Sapi Emoooooh
- Jokowi Ucapkan Selamat Ultah Buat PDIP, Puan Bereaksi Begini
- HUT ke-52 PDIP: Megawati Perintahkan Kader Bonding dengan Rakyat
- TAP MPRS Terkait Bung Karno Dihapus, Megawati: Terima Kasih Presiden Prabowo