AHF Indonesia Dorong Peran Asia dalam WHO Pandemic Agreement

Selain itu, Sustainable Financing diperlukan untuk memastikan komitmen pendanaan jangka panjang dari negara maju dalam mendukung kesiapan pandemi bagi negara berpenghasilan rendah.
Peran masyarakat sipil juga dinilai krusial dalam rancangan Pandemic Agreement. AHF menekankan pentingnya partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan terkait kesehatan global.
AHF berharap tata kelola yang lebih transparan dan inklusif dapat memperkuat akuntabilitas serta efektivitas dalam mencegah dan menghadapi ancaman kesehatan di masa mendatang.
Saat negosiasi Pandemic Agreement mendekati tahap akhir, AHF Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong negara-negara Asia agar mendukung terciptanya perjanjian yang berfokus pada keadilan kesehatan dan ketangguhan sistem. (jlo/jpnn)
AHF Indonesia mendorong peran Asia dalam WHO Pandemic Agreement. Simak selengkaonya
Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh
- Adopsi FCTC di RI Dinilai Tak Relevan karena Indonesia Negara Produsen Tembakau
- Perlu Adanya Upaya Promosi Pangan Sehat dalam Penanganan Stunting
- Waka MPR Sebut Program CKG yang Diapresiasi WHO Bukti Aksi Nyata Presiden Prabowo
- Equilab International Siap Dukung BPOM Peroleh Status WHO Listed Authority
- Trump Bikin Gebrakan Hari Pertama, Langsung Teken Keppres agar AS Keluar dari WHO
- Pembuat Kebijakan Perlu Memaksimalkan Keterlibatan Akademisi Dalam Perumusan Regulasi