Ahli Beberkan 4 Bahaya Self Diagnose Kesehatan Mental

Kelemahannya adalah tidak benar-benar tahu penanganan yang tepat untuk masalah kesehatan mental.
"Bisa jadi Anda salah langkah dengan menggunakan produk yang memiliki efek samping negatif," katanya.
3. Self-diagnose bisa membuatmu menyangkal masalah
Biasanya, seseorang akan menyimpulkan hal terburuk saat melakukan self-diagnose. Tetapi, ternyata hal kebalikannya juga berlaku. Tak jarang ada orang yang memilih untuk menyangkal gangguan kesehatan mental yang sedang dialami.
Mereka umumnya merasa masalah kesehatan mental yang ia alami tidak terlalu parah. Padahal penyangkalan tidak akan menyelesaikan masalah.
"Sebab bisa jadi masalah kesehatan mental yang dimiliki membutuhkan penanganan segera agar tidak semakin parah," ungkapnya.
4. Terlalu sering self-diagnose akan membuat enggan berkonsultasi dengan pakar
Prita menambahkan setelah googling masalah kesehatan mental, biasanya seseorang menjadi merasa tidak perlu lagi untuk berkonsultasi ke psikolog. Sebab, berpikir bisa tahu gejala yang dialami tanpa bantuan ahli.
Jika terlalu sering dilakukan, self-diagnose bisa memunculkan masalah kepercayaan kepada psikolog dan psikiater.
"Hal ini dapat terjadi karena sudah terlalu percaya diagnosis yang kamu dapat dari internet. Anda jadi cenderung mempercayai internet, bukan para ahli," ujar Prita Yulia Maharani. (antara/jpnn)
Psikolog Prita Yulia mengatakan banyak masyarakat yang melakukan self diagnose kesehatan mental yang sebenarnya berbahaya.
Redaktur & Reporter : Elvi Robia
- HaloAnak Permudah Orang Tua Untuk Konsultasi Kesehatan Anak
- Pemprov DKI Jakarta Siapkan Aplikasi Layanan Konsultasi Kesehatan Mental & Jiwa, Gratis
- Depresi Bakalan Ambyar dengan Mengonsumsi 5 Makanan Ini
- 6 Khasiat Lemon Campur Daun Mint, Sakit Kepala Bakalan Ambyar
- Peduli Kesehatan Mental Pelaut, PIS Gandeng Federasi Internasional
- Cegah Kasus Kesehatan Mental Lewat Platform Heroremaja Besutan Yayasan Plato