Ahli: Luka Korban Akan Memengaruhi Hubungan Personal dan Pekerjaan

jpnn.com - “Amputasi akan mengubah hubungan personal dan kehidupan dalam pekerjaan,” ujar Wegener seperti dilansir Guardian.
Menurut Wegener, korban yang mengalami hal-hal parah seperti Bom Boston memang bakal menghadapi situasi tersebut dengan respon yang berbeda-beda. Sekitar 30 persen korban yang menjalani amputasi akan mengalami depresi. Nah, jika amputasi diasosiasikan dengan trauma, para korban tersebut akan mengalami situasi yang disebut dengan post-traumatic stress disorder (PTSD).
Presiden Koalisi Amputasi Kendra Calhoun menambahkan, dukungan moril akan memegang peranan penting terhadap para korban yang kehilangan anggotan tubuhnya dalam ledakan tersebut.
“Dukungan adalah hal yang dibutuhkan untuk menguatkan para korban yang sudah menjalani perawatan namun akhirnya mesti kehilangan bagian tubuhnya,” terang Calhoun.
Rumah Sakit Massachusetts saat ini merawat sebanyak 176 korban ledakan bom Boston Marathon. Sebagian dari mereka mengalami luka di tubuh bagian bawah. Namun, pihak rumah sakit menyatakan bahwa beberapa korban saat ini berada dalam kondisi kritis. (jos/mas/jpnn)
BOSTON - Nasib buruk diterima para korban ledakan bom Boston Marathon. Terutama para korban yang harus diamputasi maupun yang telah kehilangan anggota
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- 19 Juta Jiwa Jadi Korban Gempa, Junta Myanmar Masih Sibuk Urusan Perang Saudara
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global